Kasus Vina Cirebon

Isi Chat Vina dan Widi Sebelum Kecelakaan, Susno Duadji dan Farhat Abbas Kompak Sebut Suroto Bohong

Kesaksian Suroto temukan Vina dan Eky tewas i Jembatan Talun, Cirebon pada tahun 2016 silam bohong, isi chat Vina dan Widi jadi bukti kuat..

|
youtube/Official iNews
Suroto beri kesaksian soal kecelakaan Vina dan Eky 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri

TRIBUNSUMSEL.COM - Isi chat Vina dan temannya, Widi kini jadi bukti elektronik kuat dalam peristiwa kecelakaan yang terjadi di Jembatan Talun, Cirebon pada tahun 2016 silam.

Diketahui jika dalam isi HP Vina tersebut menunjukkan masih ada percakapan dengan Widi sekitar pukul 22.14 WIB.

Bukti chat ini sekaligus mematahkan keterangan Suroto yang menemukan Vina dan Eky tewas di Jembatan Layang Talun, Kabupaten Cirebon pada 27 Agustus 2016 sekitar pukul 22.15 WIB.

Baca juga: Ya Allah, Vina, Tangis Wanita Ngaku Teman SMP Saksikan Vina Tergeletak, Kini Dicari Dedi Mulyadi

"Yang paling mengesankan dari bukti percakapan ini adalah percakapan antara Vina kepada Widi pukul jam 22, menit 14, detik 10. Di situ ada SMS dari Vina kepada Widi yang mengajak untuk keluar jalan-jalan, dijemput kalau mau, jadi itu menjelaskan dengan terang bahwa di jam 22.14 menit, Vina masih hidup," ujar Edwin seperti dikutip dari iNews TV yang mewawancarai secara ekslusif yang tayang pada Kamis (8/8/2024) kemarin dilansir dari Tribun Jakarta.

Untuk itu, Susno Duadji dan Farhat Abbas lantas sepakat menyebut Suroto bohong.

Padahal eks Kabaresrim Polri itu sempat meyakini kesaksian Suroto yang mengaku pertama kali melihat jenazah Vina dan Eky di jembatan layang Talun, Cirebon.

Hingga akhirnya kesaksian Suroto dinilainya bohong seiring dengan bergulirnya kasus kematian dua sejoli itu.

"Banyak saksi-saksi yang enggak jelas, berbohong, termasuk Suroto. Yang dulu saya puji-puji bagus ternyata bohong juga Suroto," ujar Susno Duadji di Sindo Prime yang tayang pada Kamis (18/7/2024).

Susno Duadji dan Farhat Abbas Soroti Kasus Vina Cirebon
Susno Duadji dan Farhat Abbas Soroti Kasus Vina Cirebon (youtube/Official iNews)

Susno mulai curiga dengan kesaksian Suroto ketika dia mengaku yang pertama kali melihat jenazah Vina dan Eky di atas jembatan.

Padahal, kejadian itu pertama kali dilaporkan warga yang datang ke Polsek Talun.

"Yang pertama menemukan justru orang yang melapor pada polsek kan gitu. Jadi banyak saksi ngaku-ngaku yang pertama ngaku-ngaku hebat tapi bohong juga," ujarnya.

Tak hanya itu, Farhat Abbas selaku pengacara Saka Tatal juga merasakan yang sama.

Farhat Abbas menyentil saksi Suroto, mandor keamanan yang mengaku menemukan korban Vina dan Eky pertama kali di Jembatan Layang Talun, Cirebon.

Bahkan Farhat Abbas mengingatkan Suroto untuk tidak usah lagi tampil di publik dan memberikan kesaksiannya.

Pasalnya, kesaksian Suroto diyakini bohong belaka.

Suroto mengaku sempat melihat celana dalam korban Vina melorot dan membetulkannya.

Keterangan Suroto seakan menguatkan bukti bahwa Vina menjadi korban pemerkosaan.

Namun, kesaksian itu dibantah Farhat Abbas.

Menurut kubu Saka Tatal, Vina kala itu mengenakan pembalut lantaran dalam keadaan haid.

Menurutnya, tidak ada pemerkosaan yang dialami Vina Cirebon.

"Loh dokter visum saja tidak mengatakan ada pemerkosaan. Mana ada sih pemerkosa dengan sopan menurunkan celana dalam Vina 30 cm kemudian digilir 11 orang kemudian dibetulkan lagi sambil ditaruh pembalut?" ujar Farhat seperti dikutip dari tayangan iNews pada Kamis (1/8/2024).

Baca juga: Sosok Ismail Ngaku Saksi Kasus Vina Cirebon, Melihat Sosok Diduga Eky "Standing" Motor Sebelum Tewas

Baca juga: Ya Allah, Vina, Tangis Wanita Ngaku Teman SMP Saksikan Vina Tergeletak, Kini Dicari Dedi Mulyadi

Ia menegaskan bahwa Suroto hanya mengarang cerita.

"Suroto itu bohong. Jadi, udah Suroto kamu enggak usah ngomong apa-apa lagi," ujar Farhat.


Kesaksian Suroto Temukan Vina dan Eky

Sebelumnya, Suroto, saksi kasus Vina dan Eky muncul mengambarkan kronologi peristiwa kecelakaan di Cirebon pada Tahuin 2016 silam.

Suroto mengatakan jika saat itu posisi Vina dan Eky bejarak 7 meter saat ditemukan.

Ia melihat kedua korban penuh dengan darah.

Akan tetapi saat itu Eky sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Sedangkan Vina merintih berteriak memohon pertolongan.

"Saya pikir dia (Eky) meninggal, saya fokus tolong yang perempuan, dia (Vina) minta tolong, 'tolong, tolong'. Saya menolong ke yang perempuan," kata Suroto yang merupakan mandor Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dilansir dari TribunnewsBogor.com

Menurut Suroto, dirinya sempat mencoba menenangkan Vina agar bersabar menahan rasa sakitnya.

"Sabar ya dek lagi manggil mobil. Terlentang juga," katanya.

Bahkan menurut Suroto, Vina masih sempat melambaikan tangan kanannya untuk meminta pertolongan.

"Tangan yang kanan ini," katanya.

Suroto saat reka adegan pertama kali menemukan jasad Vina dan Eki. petugas keamanan Suroto sempat gemetaran tak menyangka melihat kondisi Vina yang memprihatinkan hingga membuatnya tergerak untuk menolong.
Suroto saat reka adegan pertama kali menemukan jasad Vina dan Eki. petugas keamanan Suroto sempat gemetaran tak menyangka melihat kondisi Vina yang memprihatinkan hingga membuatnya tergerak untuk menolong. (Youtube Official iNews)

Suroto kemudian mengangkat kepala Vina dan memapahnya.

"Bangkitkan, duduk. Dia terlentanga, kepalanya saya papah," katanya.

Suroto melihat luka parah pada bagian kaki dan tangan kiri Vina.

Selain itu kata Suroto, wajah Vina juga penuh dengan lebang.

"Parah juga, kaki luka, ku kira kena sobekan besi atau apa saya juga gak tahu, tangannya yang kiri yang parah. Wajahnya memar semua," kata Suroto.

Terpenting menurut Suroto saat itu kondisi Vina sudah ditutup menggunakan jaket biru putih dengan lambang XTC.

"Saya nolong pertama si Vina itu sebelum saya tolong jaket itu sudah buat nutup kemaluannya. Warna putih biru (jaketnya). Saya betulin celana dalamnya si Vina karena posisi celananya tidak pas seperti kita pakai semestinya. melorot. Udah itu saya tutupin lagi pakai jaket," katanya.

Pria berusia 50 tahun ini menekankan bahwa malam itu hanya dirinya yang menolong Vina dan Eky.

"Ramai cuma gak ada yang berani menolong, saya sendiri yang pertama kali nyentuh korban gak ada yang berani. Gak lama polisi datang," katanya.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

(*)

Baca juga berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved