Berita Mura Mantab
Relawan Selangit Mengajar di Musi Rawas, Prihatin Banyak Anak Belum Bisa Membaca
Camat Selangit, Misbahudin Lubis menceritakan awal mula terbentuk relawan mengajar, bermula saat dirinya melaksanakan program safari Jumat
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Sri Hidayatun
TRIBUNSUMSEL.COM,MUSIRAWAS- Prihatin dengan masih adanya anak sekolah yang belum bisa membaca, 12 putra dan putri terbaik di Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas, abdikan dirinya menjadi relawan Selangit Mengajar.
Camat Selangit, Misbahudin Lubis menceritakan awal mula terbentuk relawan mengajar, bermula saat dirinya melaksanakan program safari Jumat di awal 2023 lalu.
Namun, dari program tersebut dirinya mendapati beberapa persoalan di bidang pendidikan yang perlu diatasi, ditangani dan dipecahkan.
Beberapa persoalan tersebut, yakni masih ditemukan anak usia sekolah yang putus sekolah karena orang tua tidak mampu, karena yatim piatu dan karena pernikahan dini.
Tak hanya sebatas itu, saat melakukan kunjungan ke beberapa sekolah untuk memastikan anak putus sekolah. Namun, dirinya terkejut karena masih ada anak kelas 5 dan 6 SD, namun belum bisa membaca.
Berdasarkan permasalahan tersebut, kemudian dirinya melakukan rapat koordinasi (Rakor) pendidikan yang melibatkan kepala sekolah, kepala desa dan pemerhati pendidikan.
Dari rakor tersebut masalah anak usia sekolah putus sekolah, mampu dicarikan solusinya, yakni dengan cara memberikan paket kepada anak putus sekolah karena pernikahan dini.
Sedangkan untuk anak kurang mampu, kemudian didaftarkan kembali ke sekolah yang mana biayanya akan ditanggung secara bergotong royong dan untuk anak yatim piatu dititipkan ke Ponpes Pesantren setempat.
Hanya saja, saat itu masalah kedua yakni anak-anak sekolah yang belum bisa membaca, sempat masih belum ditemukan solusinya.
Hingga akhirnya, dirinya yang memiliki hubungan bungan dekat dengan salah satu alumni Indonesia Mengajar, yakni Mardan. Kemudian melakukan komunikasi secara intens dan menceritakan masalah tersebut.
Baca juga: Pemkab Musi Rawas Beri Bonus Rp 15 Juta Peraih Emas Porprov Sumsel, Ke Rekening Atlet Potong Pajak
Dari komunikasi tersebut, akhirnya Mardan (alumni Indonesia Mengajar), menawarkan diri untuk mejadi relawan Selangit Mengajar. Dimana, program tersebut mengadopsi program Indonesia Mengajar dari pemerintah pusat.
Kemudian di awal 2024, rekrutmen relawan Selangit Mengajar dibuka dengan harapan ada 1 relawan di setiap desa dan kelurahan.
Namun, awalnya ada beberapa desa yang tidak memiliki SDM yang berstatus S1.
"Rekrutmen ini dibuka tapi tidak secara terbuka, karena ini relawan tidak ada gajinya. Jadi, kami mencari putra dan putri yang benar-benar secara sukarela ingin mengabdikan dirinya untuk desa," kata Camat.
Sampai akhirnya, 12 putra dan putri terbaik yang bergabung dalam relawan Selangit Mengajar.
Komitmen Beri Perlindungan Sosial Tenaga Kerja, Bupati Musi Rawas Raih Juara 1 Paritrana Award 2024 |
![]() |
---|
Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Musi Rawas Ajak Warga Kurangi Sampah Plastik |
![]() |
---|
Masa Jabatan Diperpanjang, 13 Kepala Desa di Musi Rawas Kembali Dikukuhkan Bupati |
![]() |
---|
Bupati Musi Rawas Sampaikan Nota Keuangan dan Raperda APBD Perubahan 2025 ke DPRD |
![]() |
---|
Pimpin Rakor Penentuan Lokasi Program Cetak Sawah, Sekda : Kerjasama Lintas Sektor Sangat Penting |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.