Arti Kata Bahasa Arab

Arti Ra Tafkhim, Ra Tarqiq, dan Ra Jawazul Wajhain dan Hukum Bacaannya, Berikut Contoh Kalimat

Pengucapannya huruf ra ada yang dapat dibaca tebal atau pun dibaca tipis. Hukum inilah yang disebut dengan hukum tafkhim dan tarqiq.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
GRAFIS TRIBUNSUMSEL/LISMA
Arti Ra Tafkhim, Ra Tarqiq, dan Ra Jawazul Wajhain dan Hukum Bacaannya, Berikut Contoh Kalimat 

TRIBUNSUMSEL.COM --Arti Ra Tafkhim, Ra Tarqiq, dan Ra Jawazul Wajhain dan Hukum Bacaannya, Berikut Contoh Kalimat.

Huruf hijaiyah atau alfabet bahasa Arab tergolong unik. Perlu ilmu khusus untuk memahaminya, yaitu ilmu tajwid, yakni ilmu yang mempelajari tentang cara melafalkan dan menyambungkan huruf hijaiyah.

Huruf ra ( ﺭ ) adalah salah satu huruf hijaiyah yang hukum pelafalannya berbeda-beda dalam ilmu tajwid. Pengucapannya ada yang dapat dibaca tebal atau pun dibaca tipis. Hukum inilah yang disebut dengan hukum tafkhim dan tarqiq.

Ra Tafkhim, Ra Tarqiq, dan Ra Jawazul Wajhain


Huruf ra dibaca tafkhim atau tebal apabila berharakat fathah, fathahtain, dhammah, dhammahtain, dan sukun yang huruf sebelumnya berharakat fathah atau dhammah. Sedangkan huruf ra dibaca tarqiq atau tipis apabila berharakat kasrah, kasrahtain, dan sukun yang huruf sebelumnya berharakat kasrah.

Sebagai tambahan, selain tafkhim dan tarqiq, terdapat pula huruf ra yang boleh dibaca tebal atau tipis. Hal ini terjadi apabila huruf ra berharakat sukun dan huruf sebelumnya berharakat kasrah, sedang huruf sesudahnya adalah huruf isti'la yang berharakat kasrah.


Mengutip dari buku Dasar-dasar Ilmu Tajwid karya Dr. Marzuki, M.Ag., Sun Choirol Ummah, S Ag, M S I, berikut ini penjelasan lengkap mengenai tiga macam hukum bacaan ra ( ﺭ ).

3 Hukum bacaan ra ( ﺭ ) dan contohnya dalam Al Quran
1. Tarqiq, ada tiga sebab yakni di antaranya,

- Apabila huruf ra ( ﺭ ) berharakat kasrah ( ِ- ) atau kasratain ( ٍٍ- ). Contohnya: رِجَالًا كَثِيرًا

- Apabila huruf ra ( ﺭ ) sukun karena dibaca waqaf didahului ya sukun ( يْ ). Contohnya: فِي كَثِيرٍ

- Apabila huruf ra ( ﺭ ) berharakat sukun, huruf sebelumnya berharakat kasrah yang asli, dan tidak terdapat huruf isti'la sesudah huruf ra ( ﺭ ). Adapun yang dimaksud huruf isti'la adalah kha (خ), ṣad (ص), ḍad (ض), ghain (غ), ṭha (ط), qaf (ق), dan zha (ظ).

Contohnya: وَفِرْعَوْنَ ذِي

2. Tafkhim, ada empat faktor di antaranya,

- Apabila huruf ra ( ﺭ ) berharakat dammah ( ُ- ), fathah ( ﹷ ), fathatain ( ً- ), atau dammatain ( ٌ- ). Contohnya: سَيَصْلَىٰ نَارًا

- Apabila huruf ra ( ﺭ ) berharakat sukun dan huruf sebelumnya fathah atau dammah. Contohnya: وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved