Berita OKI
Terancam Punah, Nelayan Serahkan Ikan Belida ke Dinas Perikanan OKI, Diimbau Dilepas Lagi ke Sungai
Dengan semakin langka ikan belida, diharapkan akan ada petambak ataupun nelayan yang melakukan budidaya di kolam mereka.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Menjadi salah satu ikan yang terancam punah, ikan Belida Sumatera dengan nama latin Chitala hypselionatus sangat dijaga kelestariannya agar tetap ada di sungai-sungai maupun area rawa.
Belum lama ini pos penyuluhan dan laboratorium perikanan Kabupaten Ogan Komering Ilir telah menerima seekor ikan Belida yang ditangkap oleh nelayan di sungai Pedamaran.
"Sampel ikan Belida kita dapatkan dari nelayan. Yang merupakan hasil tangkapannya di Sungai Komering wilayah Kecamatan Pedamaran," kata petugas laboratorium, hama penyakit ikan Dinas Perikanan OKI, Ahmad Husin Sulaiman ditemui pada Kamis (25/7/2024) sore.
Menurutnya, predator hewan sungai ini merupakan ikan endemi atau ikan khas sungai Sumatera yang telah dilindungi sesuai peraturan menteri nomor 1 tahun 2021.
"Karena terancam punah, maka ikan Belida tersebut kita sita langsung dari nelayan. Sebenarnya kita bersyukur sungai untuk wilayah OKI ini ikan Belida masih banyak,"
"Jadi kedepan harus sama-sama kita jaga dan lestarikan keberadaan nya. Supaya tak terjadi kepunahan," urainya.
Baca juga: Puluhan Ikan Toman dan Baung Tambak di OKI Mati, Pasca Debit Air Sungai Komering yang Kian Surut
Baca juga: Tak Terima Disebut Gelapkan Uang Rp 11 Miliar, Ketua Koperasi di OKI Laporkan Anggotanya ke Polisi
Seperti misalnya, Ahmad menyebut tradisi lelang lebak lebung (L3) sangat mempengaruhi keberadaan ikan belida, karena hasil tangkapan berbagai jenis ikan di sungai-sungai.
"Jadi sekedar memberikan saran kedepan untuk pengemin (pemenang L3) dan juga nelayan. Apabila nanti hasil tangkapan ada ikan belida atau sebutannya disini ikan putak,"
"Baik ukurannya kecil ataupun besar sebaiknya dirilis atau dilepaskan lagi ke sungai. Karena dengan begitu kita bisa bersama-sama menjaga kelestariannya," pintanya.
Dengan semakin langka ikan belida, diharapkan akan ada petambak ataupun nelayan yang melakukan budidaya di kolam mereka.
"Kita masih menunggu apakah pengusaha ataupun pembudidaya yang memiliki lahan. Mereka punya terobosan untuk berani ternak ikan belida," paparnya.
"Kita akan dampingi mereka untuk mengarahkan terkait teknis pemeliharaan. Kalaupun nanti harus ada ijin ternaknya, maka kita siap mendampingi ke Dinas Perikanan dan juga ke BKSDA," imbuhnya.
Dikatakan Ahmad, budidaya ikan belida memiliki nilai ekonomi yang tinggi lantaran saat ini harganya mencapai Rp 150.000 perkilo.
"Kalau untuk sekarang ini kami tanyakan langsung dengan nelayan, pembeli siap mengambil perkilonya di kisaran Rp 150.000 ke atas posisi hidup. Karena ikan ini biasanya digunakan untuk hiasan akuarium," pungkasnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Kabel Semrawut di Kayuagung OKI Mulai Dirapikan, Pemkab Rencanakan Tanam Kabel Bawah Tanah |
|
|---|
| Daftar 8 Calon Ketua DPC PKB OKI, Ada Petahana Hingga Pasangan Suami-Istri Ikut Bersaing |
|
|---|
| Gegara Racun Nyamuk, Rumah di OKI Hangus Terbakar, 2 Motor Ikut Dilalap si Jago Merah |
|
|---|
| Polres OKI Musnahkan 927 Gram Sabu, Dua Pengedar Narkoba Asal Tulung Selapan Diamankan Polisi |
|
|---|
| Buaya Muara Sepanjang 4 Meter Terperangkat di Jaring Nelayan di Sungai Simpang Tiga OKI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ikan-belida-yang-disita-dari-nelayan.jpg)