Jamaah Islamiyah Bubar

Pesantren Eks Jamaah Islamiyah Siap Evaluasi Kurikulum Setelah Kelompoknya Bubar -2

Satu nama yang paling tenar dan terkait dengan Ponpes Darusy Syahadah ini adalah Gempur Budi Angkoro alias Urwah.

|
Editor: Slamet Teguh
Tribunnews.com/ Sigit Ariyanto
Keterangan dari kiri ke kanan: Abu Fatih alias Abdullah Anshori, Sabarno alias Amali, Dodi alias Fiko, dan Ustad Hasan. 

Khoirul Anam, peneliti dan pengamat terorisme di Indonesia kepada Tribun menyatakan sangat terkejut, surprise, dan tak pernah menyangka Jamaah Islamiyah akan mengambil keputusan akhir bubar.

Tapi pria asal Banyuwangi yang beberapa tahun terakhir mengamati perkembangan Jamaah Islamiyah, memang melihat ada proses dan perubahan perlahan terkait organisasi ini.

Khoirul Anam juga melihat Jamaah Islamiyah agak berbeda dengan gerakan lain, yang terang-terangan melancarkan serangan, permusuhan, dan kekerasan yang menimbulkan korban pihak lain.

Ia secara pribadi percaya, keputusan JI bubar atau membubarkan diri itu benar-benar jujur dan bukan gimmick atau mungkin ada yang menyebutnya kamuflase belaka.

“Secara pribadi saya yakin dan percaya bubar beneran. Pertama, karena keputusan itu datang murni dari mereka. Tidak ada pihak di luar JI yang mempengaruhi mereka,” kata Khoirul Anam.

Dari hasil pembicaraan tokoh-tokoh utama Jamaah Islamiyah yang ia temui, ada satu hal yang membuatnya yakin dan percaya. “Karena ilmu,” katanya.

“JI didirikan atas dasar ilmu, dan diakhiri juga karena ilmu,” kata Khoirul Anam yang beberapa kali berinteraksi dengan Abu Rusydan dan Para Wijayanto, dua tokoh sentral JI sebelum bubar. (Tribun Network)

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved