Jamaah Islamiyah Bubar

Peneliti dan Pemerhati Terorisme Indonesia Sebut Bubarnya Jamaah Islamiyah Sudah Berproses Lama -3

Proses ini berlangsung lama, bahkan sejak akhir 1990an. JI kan didirikan bersama-sama oleh Abdullah Sungkar, Abu Bakar Baasyir, dan Abu Rusydan.

|
Editor: Slamet Teguh
TRIBUNNEWS/SIGIT ARIYANTO
Peneliti dan Pemerhati Terorisme Indonesia, Khoirul Anam 

TRIBUNSUMSEL.COM - Secara pribadi, saya yakin sekali dan percaya mereka bubar beneran.

Pertama karena keputusan ini berasal murni dari mereka.

Tidak ada pihak dari luar yang menekan atau memaksa mereka.

Jadi ini murni keputusan mereka.

Ketika saya bertanya kepada petinggi JI, mereka menjawab alasannya satu, karena ilmu.

Sejak awal, JI agak berbeda dengan kelompok radikal terorisme lainnya.

Menurut pengakuan mereka, JI hanya berlandaskan pada ilmu.

Alasan dulu mendirikan JI adalah karena ilmu.

Jadi sekarang mereka harus membubarkan diri, menyudahi organisasi ini dengan alasan sama, yaitu ilmu.

Mereka sudah berusaha lama mengkaji doktrin-doktrin, ajaran yang mereka ikuti, misal tafsir tentang jihad, konsep al wala’ wal bara’.

Kemudian mereka sampai pada keputusan terbaik saat ini, bubar atau membubarkan organisasinya.

Proses ini berlangsung lama, bahkan sejak akhir 1990an. JI kan didirikan bersama-sama oleh Abdullah Sungkar, Abu Bakar Baasyir, dan Abu Rusydan.

Dinamika lalu terjadi. Pada 1999, Abu Bakar Baasyir keluar dari JI, dan merasa sudah membubarkan Jamaah Islamiyah.

Alasan keluar dari JI, karena Abu Bakar Baasyir berpandangan jihad yang dilakukan JI seharusnya sudah tidak siri atau rahasia lagi.

Tapi pandangan itu ditentang orang-orang JI. Tahun 2003, ketika sudah terjadi berbagai aksi teror bom yang diikuti penangkapan-penangkapan, wacana pembubaran mencuat lagi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved