Berita Viral

Heboh Joki Strava, Dokter Tirta Siap jadi Joki Lari Dibayar Rp1 Juta Per Kilometer : Bonus "Flexing"

Ditengah trend Strava, Dokter Tirta pun ikut menawarkan diri membuka jasa menjadi joki lari dengan tarif Rp 1 juta per kilometer.

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
ig/dr.tirta
Di tengah viralnya joki Strava, Dokter Tirta pun ikut menawarkan diri membuka jasa menjadi joki lari dengan tarif Rp 1 juta per kilometer. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Dokter Tirta turut menyoroti viralnya joki Strava yang belakangan ramai diperbincangkan.

Ia bahkan turut membuka jasa joki Strava dengan syarat tertentu.

Dokter Tirta pun ikut menawarkan diri membuka jasa menjadi joki Strava.
Dokter Tirta pun ikut menawarkan diri membuka jasa menjadi joki Strava.

Menurutnya tren joki lari ini bisa menguntungka karena mendapatkan cuan.

"'Celah income baru, Yg penting kotanya ada @shoesandcare," tulis Dokter Tirta, di Instagramnya, Kamis, (4/7/2024).

Tak tanggung-tanggung, Dokter Tirta membandrol jasa jokinya dengan tarif Rp 1 juta per kilometer.

Adapun dokter Tirta menuliskan kelebihan dan kekurangan jika memakai jokinya.

"Open joki strava

Kelebihannya

1. Bisa lari di berbagai kota yang penting ada SAC
2. Sepatu bisa ganti2 trus (bonus flexing)
3. Konten gratis, biar bukti seolah2 kalian lari beneran (tangan ga akan terlihat)

Tarif: mulai 1 juta / km

Minat kabari.

Kekurangan: gampang ngomel aja," tulisnya di akun X @tirta_cipeng.

Baca juga: Alasan Food Vlogger Bobon Santoso Pamit dari Papua Setop Program Makanan Gratis, Akui Dapat Ancaman

Unggahannya itu pun ramai mendapat atensi warganet.

"kalau begitu, penting nya posting2 di sosmed pas lagi proses latihan lari, ikutan running event dll biar nggak dikira pakai joki strava," ujar misslailyrh

"Trus apa manfaatnya bagi kesehatan kalau lari pakai joki?," kata pudyastuti.

"Hhahahahaha yg penting cuan ya dok," ujar as.indra611.

"Percayalah , saat kau posting strava mu di sosmed 99 persen orang tak ada yang peduli," ujar neezar.dzulvieckar.

Strava merupakan aplikasi untuk menghitung jarak dan menunjukkan peta di mana seseorang berlari dengan pace dan panjang lintasan yang kerap digunakan pelari.

Mereka yang menggunakan aplikasi Strava bisa juga membagikan rute dan kecepatan larinya ke media sosial lain.

Sementara, di media sosial seperti X banyak akun yang menawarkan jasa untuk menjadi joki Strava dengan menambahkan hastag di unggahan mereka #jokistrava.

Hal ini terungkap lewat unggahan akun Folkative di Instagram pada Kamis (4/7/2024).

Melihat ramai joki Strava yang menawarkan jasa, seorang warganet pun berkomentar bahwa baru mengetahui fenomena tersebut,

"Joki Strava. Baru denger. Akibat dari olahraga cuma FOMO dan mencari pengakuan sosial. Padahal olahraga yang terbaik adalah yang dilakukan."

Tak hanya itu, muncul meme berbunyi "If it's not on Strava, it didn't happen", yang artinya jika lari tidak dilacak dengan Strava, berarti Anda tidak lari.

Diketahui, Strava merupakan salah satu aplikasi yang ramai digunakan di kalangan pelari.

Di aplikasi berbasis GPS ini, orang bisa melacak beberapa hal seperti kecepatan, rute, pace, jarak tempuh, durasi, elevation gain, denyut jantung, hingga kalori yang terbakar.

Saking ramainya olahraga lari dan flexing Strava saat ini, ada warganet yang membuka jasa joki Strava di media sosial.

Joki Strava ini pun langsung viral dan menjadi perbincangan di jagat maya, utamanya platform X/Twitter.

Salah satu twit viral karena menawarkan joki Strava adalah milik akun dengan handle @hahahiheho.

Harga joki Strava yang ditawarkan tersebut menyesuaikan pace, jarak, dan faktor lain.

KompasTekno sudah berusaha mengirim DM ke akun tersebut untuk mengetahui harga dan informasi lain.

Sayangnya, KompasTekno belum mendapatkan jawaban.

Dari twit @hahahiheho, beberapa pengguna lain jadi terinspirasi membuka joki Strava.

Misalnya, seperti akun @Irgsyhs.

Baca juga: Green Kalcer Upaya Astra Motor Sumsel Bersama Jurnalis Tingkatkan Kesadaran Mengelola Limbah

Ia mengaku siap membuka jasa joki Strava sambil flexing empat riwayat larinya yang dilacak menggunakan Strava.

Akun @spencerrade juga terinspirasi membuka joki Straba untuk online race 5K dan 10K.

Menurut akun ini, pembayaran bisa dalam bentuk uang atau dalam bentuk energi bar/gel atau minuman isotonik.

KompasTekno mencoba menghubungi akun lain yang menawarkan jasa #JokiStrava di Instagram dengan handle @jasajokilari.

Akun yang dikelola El (nama samaran) ini menawarkan joki untuk acara lari atau jasa menemani lari.
Tidak cuma Strava, ia juga menerima joki untuk aplikasi kebugaran lain, seperti Nike Run Club.

Di akunnya, ia ini mengaku sudah lari sebanyak 538 kali, sejauh 2.109 kilometer dengan pace rata-rata 6, sejak 2022.

Ia juga membagikan performa lari terbaiknya, yakni berjarak 5,26 km dengan pace 4 (4 menit 13 detik per kilometer) pakai aplikasi Nike Run Club.

Untuk yang belum familiar, pace merupakan istilah untuk waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu kilometer atau satu mil.

Ketika ditanya lewat DM Instagram, @jasajokilari merinci menawarkan joki lari dengan harga sebagai berikut:

Pace 7 ke atas - Rp 2.000 per kilometer
Pace 6-7 - Rp 2.500 per kilometer
Pace 5-6 - Rp 3.000 per kilometer

Demi validasi di media sosial?

Viralnya Joki Strava di media sosial ini pun memantik berbagai komentar dari warganet.

Beberapa warganet lain terlihat tertarik dengan menanyakan harga dan rute lari yang tersedia.

Banyak warganet yang merasa lucu dengan adanya joki Strava ini.

Namun, banyak juga warganet yang heran dan tak habis fikir dengan tren joki Strava ini, dengan menyebut "tren macam apa ini".

Warganet lain berpendapat bahwa tren joki Strava ini ada karena olahraga hanya dilakukan karena ikut-ikutan alias FOMO (fear of missing out) dan dijadikan ajang mencari validasi atau pengakuan sosial.

"FOMO olahraga gapapa sih, mencari pengakuannya yang salah. Trendnya harusnya berhenti di pamer olahraganya, ga mesti ada kompetisi semu pake Strava ini," twit salah satu warganet di X.

Warganet lain menyebutkan, fenomena joki Strava ini ada ketika orang mau kelihatan sehat dan kuat, tapi ingin instan dan tanpa proses.

Warganet lain menyebut olahraga itu mencari sehat dan paling nikmat jika dilakukan sendiri, bukan pakai joki Strava untuk validasi dari orang lain di media sosial.

Baca berita lainnya di Google News

Bergabung dan baca berita menarik lainnya di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved