Berita OKUS

Harga Kopi Mulai Turun, Petani di OKUS Siasati Dengan Cara Ini

Jelang masuk sekolah harga Kopi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumsel turun siginifikan. Dimana harga sebelumnya Rp 65.000/kg, kini se

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Moch Krisna
Sripoku/Alan Nopriansyah
Petani di Kabupaten OKU Selatan tengah menggiling kopi, Minggu (30/6/20234). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA -- Jelang masuk sekolah harga Kopi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumsel turun siginifikan. Dimana harga sebelumnya Rp 65.000/kg, kini seharga Rp 61.000/kg atau mengalami penuruan Rp 4.000-3.000, perkilogramnya.

Penurunan harga kopi membuat beberapa petani memilih mempertahankan hasil panen dengan melakukan menyimpan hasil biji kopi kering. Seperti hal diungkapkan oleh Suyatno (43), salah seorang petani di Kecamatan Muaradua Kisam ketika dibincangi, Minggu (30/6).

Menurutnya, dinamika harga mengalami penurunan dipicu karena sebentar lagi anak-anak akan memasuki tahun ajaran baru sekolah."Memang saat ini, akan memasuki tahun ajaran baru, sehingga kita petani sudah hafal harga jual kopi pasti turun,"terangnya.

Sebab, katanya sebagian besar petani dengan kebutuhan mendesak tersebut mereka akan menjual meski harga turun.
"Karena kebutuhan untuk anak sekolah sebagian besar petani tetap menjual kopi miliknya,"terangnya.

Sementara, Ujang salah seorang petani lainnya menuturkan menyimpan kopi kering pasca penjemuran. Dimana ia yang menunggu harga naik tinggal giling dan jual.

Ia mengungkapkan penyimpanan kopi tinggal giling atau disebut gerinting kopi itu efektif saat kopi belum akan dijual.
"Kita petani kalau belum mau menjual kita simpan berupa gerinting yakni kopi kering masih berkulit siap giling,"jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved