Berita Matahati

Jelang Big Match Matahati Reuni Legend Sriwijaya FC, Syarial Oesman Tinjau Stadion Gelora Sriwijaya

Didampingi panpel lainnya Panglima Pemenangan MATAHATI ini ingin memastikan agar semua rangkaian acara bisa membuat nyaman.

Editor: Slamet Teguh
Handout
Penggagas Reuni Legend SFC, Syahrial Oesman turun langsung mengecek kesiapan panpel untuk menggelar laga nostalgia Big Match Matahati Reuni Legend Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Selasa (25/6/2024). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Penggagas Big Match Matahati Reuni Legend Sriwijaya FC, Ir H Syahrial Oesman MM turun langsung mengecek kesiapan panpel untuk menggelar laga nostalgia super big match pada 30 Juni 2024 nanti. 

Didampingi panpel lainnya Panglima Pemenangan MATAHATI ini ingin memastikan agar semua rangkaian acara bisa membuat nyaman.

Panitia telah mentargetkan tanggal 27 Juni batas waktu persiapan semua perangkat dan 29 Juni akan dilakukan simulasi gladi bersih diikuti semua panpel yang terlibat.

"Sebab SO ingin walau pertandingan ini Fun Game tapi tetap digelar sama seperti pertandingan liga sebagaimana mestinya," jelas Andiepedoo, Manajer Tekhnis Reuni Legend SFC.

Untuk itulah pihaknya memberikan keleluasan kepada Tim Asprov PSSI Sumsel sebagai operator Laga Reuni Legend SFC ini.

Jelang digelarnya Big Match 'Matahati' Reuni Legend Sriwijaya FC, Sekretariat Kepanitiaan diboyong ke Kompleks Stadion GSJ (Gelora Sriwijaya Jakabaring) per hari ini Selasa (25/6/2024).

Sebelumnya kepanitiaan yang diketuai mantan Gubernur Sumsel 2003-2008 Ir H Syahrial Oesman MM yang juga Penggagas Acara, Pendiri Sriwijaya FC serta Panglima perang pasangan bakal calon gubernur Sumsel dan bakal calon wakil gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya – Dr Hj RA Anita Noeringhati SH MH (MATAHATI) berada di gedung Golf Club House, Palembang Golf Club (PGC).

"Sekretariat mulai hari ini dipindahkan ke Komplek Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) dekat ruang MCM (Match Coordination Meeting). Biar chemistrynya dapat, sesuai arahan Pak SO," ungkap Manajer Teknis Kegiatan, Andie Pedoo.

Mantan Asisten Manajer Tim Sriwijaya FC ini mengimbau agar Panpel, awak media dipersilahkan kumpul di sini yang akan berhubungan dengan nostalgia reuni dialihkan ke Satdion GSJ semua.

"Yang selama ini sekretariat di Golf. Ini agar fokus bekerja mempersiapkan acara ini karena melibatkan puluhan ribu orang," kata Pedoo.

Vokalis Bucu Band ini menjelaskan di gelaran Big Match 'Matahati' Reuni Legend Sriwijaya FC ini para penggila sepakbola bisa menyaksikan laga reuni para pemain Sriwijaya FC yang pernah juara liga indonesia edisi 2008 dan 2012.

Pelaksanaan itu sendiri pada hari Minggu, 30 Juni 2024 kick-off pukul 15.30 WIB. Bakal ada seremonial sekitar 20 menit.

Walaupun sohibul hajat yang gelar ini MATAHATI, tapi ini kita diminta mengatur teknis agar terselenggara profesional.

Sebanyak 30 pemain legend Sriwijaya FC diundang pada gelaran Big Match 'Matahati' Reuni Legend Sriwijaya FC nanti. Nantinya akan terbagi dua tim yang akan saling berhadap-hadapan.

"Kita adu dua tim ini dalam laga fun game 2 X 30 menit," kata Pedoo.

Tim Legend SFC A:  Coach Rahmad Darmawan, Ferry Rotinsulu, Kayamba Gumbs, Ambrizal, Oktavianus, Bobi Satria, Toni Sucipto, Wijay, Septarianto, Nasuha, Selamat R, Charis Yulianto, Isnan Ali, Worabay, dan Jarot.

Tim Legend SFC B: Coach Kas Hartadi, Arip S, M Ridwan, Supardi, Mahyadi Panggabean, Amirul Mukminin, Juprianto,
Tantan, Ponaryo Astaman, Budi S, Siswanto, Rifki M, Andi Irawan.

Baca juga: 15 Ribu Tiket Gratis Big Match Matahati Reuni Legend Sriwijaya FC Ludes Diserbu Fans

Baca juga: Mawardi Yahya Tepis Isu Matahati Bubar Sebelum Pilgub Sumsel 2024: Kami Dianggap Saingan Berat

Sebelumnya diinformasikan antusiasme pecinta Sriwijaya FC mencapai puncaknya ketika tiket gratis sebanyak 15.000 untuk acara Reuni Legend Sriwijaya FC ludes.

Tiket event yang akan menampilkan para pemain Laskar Wong Kito era juara Liga Indonesia 2007dan 2012, telah habis terpesan hanya dalam waktu kurang dari seminggu.

Andiepedoo, selaku Manajer Teknis acara, mengkonfirmasi bahwa dari total 15.000 tiket yang tersedia, 4 posko pemesanan telah dibanjiri oleh penggemar Sriwijaya FC.

"Tiket gratis yang bisa ditukar dengan jersey 15.000 sudah ludes. Tapi kapasitas stadion kita 23 ribu penonton," katanya.

Artinya walaupun tidak ada tiket, penonton bisa masuk menyaksikan pertandingan karena konsepnya nostalgia ini gratis untuk hiburan pencinta sepakbola, pecinta Sriwijaya FC.

Bedanya yang bernasib yang dapat tiket gratis tadi bisa ditukar dengan jersey gratis. Yang tidak memegang tiket hanya bisa nonton saja.

"Setiap pemilik tiket hanya berhak menukar satu tiket dengan satu jersey. Kami akan menandai jari mereka dengan tinta untuk memastikan kejujuran dan keadilan dalam distribusi jersey," pungkasnya. (Sripoku.com/ Abdul Hafiz)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved