Berita Selebriti

Bukan Glaukoma, Adul Ternyata Idap Penyakit Mata Ini Kata Dokter, Singgung Ucapan Pandji Ngelawak

Untuk diketahui, Komedian Adul mengidap penyakit pterygium. penyakit mata yang ditandai dengan tumbuhnya selaput lemak pada bagian putih bola mata

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Moch Krisna
ig/adulkhan83
Untuk diketahui, Komedian Adul mengidap penyakit pterygium. penyakit mata yang ditandai dengan tumbuhnya selaput lemak pada bagian putih bola mata 

Dirangkum dari Healthline dan Medline Plus, penyebab pterygium masih tidak diketahui secara pasti.

Namun, kondisi ini diduga terjadi karena paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan.

Pterygium juga lebih sering terjadi pada orang yang tinggal di garis khatulistiwa dengan cuaca yang panas dan menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan.

Baca juga: Lama Tak Terlihat, Komedian Adul Dikabarkan Tak Bisa Melihat Akibat Glaukoma, Anwar BAB: Cepet Sehat

Gejala

Gejala pterygium dapat diawali dengan munculnya selaput yang menyerupai segitiga pada lapisan konjungtiva mata.

Terdapat beberapa gejala umum pterygium, yaitu:

  • Iritasi mata Mata merah
  • Mata terasa terbakar
  • Mata terasa gatal
  • Mata kering Terasa seperti ada pasir di dalam mata
  • Perasaan seperti ada benda asing di dalam mata
  • Penglihatan terhalang atau buram akibat pertumbuhan jaringan yang menutupi kornea.

    Diagnosis

Dirangkum dari Healthline dan Assil Eye Institute, mendiagnosis pterygium cukup mudah dengan melakukan pemeriksaan mata.

Dokter akan menggunakan mikroskop khusus yang disebut slit lamp, untuk mengamati pertumbuhan jaringan pada bagian depan bola mata secara lebih jelas.

Jika diperlukan, dokter mungkin akan melakukan tes penunjang untuk memastikan diagnosis dan mengetahui kondisi lain yang menyebabkan pertumbuhan jaringan pada mata.

Berikut beberapa tes penunjang untuk memastikan diagnosis pterygium:

1. Tes ketajaman visual dan tes lapang pandang

Untuk mengetahui ketajaman dan kemampuan penglihatan penderita

2. Keratometri

Pemeriksaan mata yang bertujuan untuk mengukur radius kelengkungan kornea sehingga mengetahui kemampuan kornea untuk fokus ke suatu objek.

3. Tes topografi kornea

Dapat menunjukkan bentuk dan kekuatan kornea sehingga dapat mengetahui perubahan lengkungan pada kornea

4. Pengambilan gambar

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil foto jaringan di mata secara berkala untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan pterygium.

Baca juga: Selebgram Erika Carlina Umumkan Idap Autoimun, Ungkap Awal Mula Dari Kecemasan: 3 Tahun Berjuang

Perawatan

Dilansir dari Medical News Today, pterygium biasanya tidak memerlukan penanganan khusus jika berukuran kecil dan tidak mengganggu.

Namun, jika menjadi lebih besar atau menimbulkan gejala yang mengganggu, seperti gangguan penglihatan maka kondisi ini memerlukan penanganan lebih lanjut.

Berikut beberapa metode penanganan pterygium:

Obat tetes mata, air mata buatan, atau salep mata yang dijual bebas untuk meringankan gejala dan menjaga kelembapan mata

Obat tetes mata yang mengandung steroid untuk meredakan peradangan jika obat yang dijual bebas tidak meredakan gejala

Operasi pengangkatan pterygium jika pterygium tidak dapat ditangani dengan obat tetes mata atau menyebabkan gangguan penglihatan.

Pencegahan

Cara mencegah pertumbuhan pterygium adalah dengan menggunakan kacamata hitam atau topi saat berada di luar ruangan.

Hal ini bertujuan untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari, angin, dan debu secara langsung.

Selain itu, pastikan juga kacamata hitam yang digunakan dapat melindungi mata dari sinar ultraviolet (UV) matahari.

Pada seseorang yang memiliki riwayat pterygium, membatasi paparan angin, debu, asap, dan sinar matahari dapat memperlambat pertumbuhan pterygium.

(*)

Baca berita lainnya di google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved