DPO Kasus Vina Cirebon Ditangkap

Pilu Ibu Pegi Tak Diizinkan Bertemu Sang Anak di Polda Jabar, Kartini Nangis Memohon ke Petugas

Kartini merasa pilu datang jauh-jauh dari Cirebon untuk bertemu putranya, Pegi justru tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian, sempat menangis

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Youtube tvOneNews
Ibu Pegi Setiawan, Kartini. merasa pilu datang jauh-jauh dari Cirebon untuk bertemu putranya, Pegi justru tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian, sempat menangis 

Rencananya rekonstruksi akan berlangsung pekan depan.

“Minggu depan, ya,” kata Surawan, Jumat (31/4/2024).

Paman Pegi Sebut Keponkannya Difitnah

Kesaksian sejumlah pihak yang memberatkan Pegi alias Perong diraskan janggal oleh pihak keluarga.

Setelah sang ibunda menangis meminta keadilan, kini sang paman juga tak bisa membentung air mata meratapi keponakannya yang tengah terjerat kasus hukum pembunuhan Vina Cirebon.

Setelah sang ibunda menangis meminta keadilan, kini paman Pegi tak bisa membentung air mata meratapi nasib keponakannya jadi tersangka kasus Vina
Setelah sang ibunda menangis meminta keadilan, kini paman Pegi tak bisa membentung air mata meratapi nasib keponakannya jadi tersangka kasus Vina (Youtube Kompas TV)

Pihak keluarga meyakini jika Pegi bukanlah pelaku pembunuhan Vina dan Eki seperti yang disangkakan saksi AEP.

Tangisan paman Pegi pecah bercampur dengan amarah.

Terlihat dari wajahnya yang meradang sembari menyebut seorang pemuda bernama Aep.

Dari kesaksian pemuda itu lah, polisi akhirnya dapat menahan Pegi Setiawan alias Perong.

Saat kejadian itu, Pegi sedang berada di Bandung bersama Ibnu bekerja sebagai kuli bangunan.

Pegi sosok yang baik di matanya.

"Dia tulang punggung keluarga, ponakan saya enggak mungkin ikut-ikutan itu. Itu bohong, Aep itu bohong!" teriak Ibnu seperti dikutip dari tayangan KompasTV pada Kamis (30/5/2024).

"Nangis aja nangis," ujar salah satu orang kepada Ibnu.

"Fitnah itu!" teriak Ibnu geram.

Setelah amarahnya meledak, Ibnu sempat berhenti berbicara. Ia menangis kejar hingga dicoba ditenangkan oleh saudarannya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved