Berita Musi Rawas

Pemkab Musi Rawas Gelar Operasi Beras Murah di Kecamatan Tugumulyo, Sepi Pembeli

Dalam operasi beras murah kali ini terbilang sepi lantaran harga beras di tingkat petani sudah mengalami penurunan dan kembali stabil.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Sri Hidayatun
Eko Mustiawan/Sripoku.com
Suasana operasi pasar beras murah Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan Bulog KCP Lubuklinggau di Pasar B Srikaton yang sepi pembeli. 

TRIBUNSUMSEL.COM,MUSIRAWAS-  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Musi Rawas (Mura)  menggelar operasi pasar murah di Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo, Rabu (22/5/2024).

Dalam operasi beras murah kali ini terbilang sepi lantaran harga beras di tingkat petani sudah mengalami penurunan dan kembali stabil.

Analis Perdagangan Disperindag Musi Rawas, Armansyah mengatakan, kegiatan operasi pasar beras murah di Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo, dibuka sejak pukul 09.00 Wib pagi.

"Hari ini, Pemkab Musi Rawas melalui Disperindag Musi Rawas melakukan kegiatan operasi beras murah di Pasar B Srikaton," kata Armansyah, kepada Sripoku.com, Rabu (22/05/2024).

Dikatakan Armansyah, kegiatan operasi beras murah ini, pihaknya bekerjasama dengan Bulog KCP Lubuklinggau, dengan menyiapkan 2 ton beras murah jenis SPHP dengan kemasan 5Kg.

"Kami bawa 2 ton, kemasan 5Kg. Untuk harga belinya Rp57.500 per kemasannya atau per 5Kg. Jadi per kilogramnya di jual Rp11.500," ucap Arman.

Hanya saja lanjut Arman, untuk kegiatan kali ini, minat masyarakat untuk membeli beras murah berkurang dan tak seantusias di kegiatan sebelum-sebelumnya. 

"Sepi kali ini. Biasanya 2 ton beras habis tak sampai 1 jam. Tapi hari ini, sudah lebih dari 2 jam belum habis, dan baru terjual sekitar 1 ton," ungkap Arman.

Baca juga: Pemkab Musi Rawas Lakukan Penandatanganan PKS dengan PLN Lahat, Dukung Investasi

Ditambahkan Armansyah, turunnya minat masyarakat tersebut, dikarenakan memang saat ini harga beras di Musi Rawas, khususnya di Tugumulyo ini sudah turun dan murah.

"Tugumulyo ini salah satu daerah penghasil beras terbanyak di Musi Rawas, sekarang habis masa panen, dan harga beras di petani itu hanya Rp11.000 per kilogramnya," imbuh Arman.

Lebih lanjut Arman menjelaskan, hanya saja berbeda dengan kegiatan di daerah lain yang bukan penghasil beras seperti di Muara Beliti, Jayaloka dan lainnya. Dimana 2 ton beras murah ini habis tak sampai 1 jam.

"Di Muara Beliti kemarin 2 ton beras murah habis hanya dalam 45 menit. Artinya, untuk kedepan, kegiatan operasi pasar murah ini, akan kami utamakan di daerah bukan penghasil beras," tutup Arman.

Sementara itu, Wanti salah seorang pembeli beras murah mengaku, saat ini harga besar di tingkat petani atau di mesin penggilingan padi, hanya Rp11.000 per kilogramnya. 

"Jadi lebih mahal harga yang ditawarkan boleh Pemkab Musi Rawas di kegiatan operasi pasar ini. Mereka jual Rp57.500 untuk kemasan 5Kg, artinya kalau 1 kilogram itu Rp11.500," ungkapnya. 

Wanti juga mengaku, terpaksa membeli di operasi pasar ini. Sebab, saat ini cukup sulit mendapatkan beras di tingkat petani langsung.

"Biasanya kalau di mesin sudah ada yang beli, jadi tidak kebagian lagi. Makanya beli disini (operasi pasar) untuk jualan," tutupnya.

Baca berita menarik lainnya di google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved