Kecelakaan Bus Siswa SMK Lingga Kencana

Update Hasil Investigasi KNKT Terkait Kecelakaan Bus PO Putera Fajar, Alami Kebocoran Gas dan Oli

Pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Dishub Jabar dan Polda Jabar ungkap penyidikan semenetara terhadap Bus maut Trans Putera

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Moch Krisna
Tribun Jabar/ ahya Nurdin/Kompas.com/ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Dishub Jabar dan Polda Jabar ungkap penyidikan semenetara terhadap Bus maut Trans Putera Fajar 

TRIBUNSUMSEL.COM- Pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Dishub Jabar dan Polda Jabar tengah melakukan penyidikan terhadap Bus maut Trans Putera Fajar (AD 7524 OG).

Sebelumnya, Bus PO Trands Putera Fajar yang memilik nopol AD 7524 OG mengalami kecelakaan, hingga Minggu (12/5/2024) pagi, ada korban tewas berjumlah 11 orang.

Adapun dari 11 korban tewas itu, terdiri sembilan siswa, satu guru dari SMK Lingga Kencana Depok dan satu pengendara sepeda motor.

Baca juga: Ratapan Marsani Ibunda Dimas Siswa Tewas Kecelakaan saat Diberi Santunan: Anak Saya Tak Bisa Kembali

 

Terkini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan hasil investigasi sementara setelah bus diperiksa, pada Senin (13/2024) siang.

KNKT menemukan banyak hal ganjil dari mobil bus tersebut.

Melanisr dari Tribunjabar.com, tampak dari luar bodi bus begitu bagus layaknya bus High Decker keluaran terbaru.

Namun di balik cantiknya tampilan luar bus maut Trans Putera Fajar tersebut, ternyata bus tersebut hanya modifikasi.

Kabid Lalu Lintas Dishub Subang, Djamaluddin mengungkapkan berdasarkan hasil penyelidikan tim kami dari Dishub dan KNKT serta Pihak Kepolisian, bus tersebut merupakan bus modifikasi.

"Mobil tersebut terbuat tahun 2006, terlihat dari rangka besi sasisnya buatan pabrikan Hino," ujar Djamaluddin, kepada awak media, Senin(13/5/2024)

Selain itu, mobil tersebut merupakan mobil jadul atau bus biasa yang dimodifikasi seperti bus baru tipe High Decker.

"Bus Maut Puter Fajar ini merupakan bus jadul tahun 2006 yang disulap jadi High Decker, tampak dari luar tampilannya seperti mobil keluaran baru tapi dalamnya nya jadul," katanya.

"Mobil bus maut tersebut juga sampai saat ini belum uji KIR padahal massa uji KIR sebelumnya udah habis pada pertengahan 2023 lalu," imbuhnya

Baca juga: Kompolnas Sebut Bus Putera Fajar yang Alami Kecelakaan di Subang adalah Kendaraan Tua Disulap Baru

Terkait dugaan penyebab kecelakaan, bus tersebut di Ciater yang menyebabkan 11 orang tewas dan 33 orang luka luka tersebut, tadi kami menemukan 2 hal yang bisa memicu terjadinya kecelakaan yang dialami bus tersebut pada malam Minggu kemarin.

"Hasil sementara pemeriksaan tim KNKT dan Dishub, serta mekanik dari HINO, di bagian pengereman ditemukan terdapat kebocoran gas atau angin dan oli," katanya.

Penyelidikan terhadap bangkai bus tersebut, sampai sore ini masih terus dilakukan, nanti selanjutnya akan kami sampaikan hasil-hasil temuan lainnya yang bisa dijadikan bahan untuk mengungkap kasus kecelakaan maut tersebut.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved