Kecelakaan Bus Siswa SMK Lingga Kencana

Sosok Pemilik Bus PO Trans Putera Fajar, Diminta Tanggung Jawab Kecelakaan Maut SMK Lingga Kencana

Sosok pemilik bus PO Trans Putera Fajar jadi sorotan, diminta untuk bertanggungjawab atas kecelakaan maut dialami rombongan siswa SMK Lingga Kencana..

Penulis: Thalia Amanda Putri | Editor: Moch Krisna
instagram/explorebuslovers
Sosok Pemilik Bus PO Trans Putera Fajar, Diminta Tanggung Jawab Kecelakaan Maut SMK Lingga Kencana 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sosok pemilik bus PO Trans Putera Fajar bawa rombongan SMK Lingga Kencana kecelaakana di Ciater Subang  kini jadi sorotan.

Bukan tanpa sebab, hal itu lantaran sang pemilik diminta untuk bertanggungjawab atas kecelakaan maut yang dialami oleh rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok.

Berdasarkan penelusuran Tribun News, pemilik Bus PO Trans Putera Fajar diduga sudah bergonta-ganti.

Namun berdasarkan BluE, bus ini milik PT Jaya Guna Hage.

Bus merek Hino AK buatan tahun 2006 bermesin depan tersebut awalnya dioperasikan oleh sebuah perusahaan otobus ternama di trayek Sumatera.

Mesinnya tipe Hino AK1J non-turbo, sistem pengereman sudah full air namun untuk rem tangan masih manual.

Dari PO tersebut, bus tersebut kemudian dijual ke sebuah perusahaan otobus di Pulau Jawa.

Dari perusahaan otobus tersebut bus ini kemudian dijual ke PO Jaya Guna Hage.

Dari PO Jaya Guna Hage, bus kemudian berpindah pemilik kepada perusahaan otobus lainnya hingga dua kali.

Namun, sejak bus tersebut berpindah tangan dari PO Jaya Guna Hage ke operator lain, izin KIR bus tersebut tetap menggunakan nama PO Jaya Guna Hage untuk keperluan perizinan.

Diduga PO yang mengoperasikan bus pariwisata nahas tersebut tidak memiliki izin usaha bus pariwisata.

Bahkan, uji KIR kendaraan bus tersebut telah habis.

Hal itu diperkuat oleh pernyataan resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Mereka menyatakan, status uji kir bus pariwisata PO Trans Putera Fajar berplat nomor Wonogiri AD 7524 OG yang mengalami kecelakaan maut di Subang, Jawa Barat, sudah kadaluwarsa sejak Desember 2023.

Selain itu, bus maut PO Trans Putera Fajar saat mengalami kecelakaan di Subang juga tidak memiliki izin angkutan.

"Pada aplikasi Mitra Darat, bus tersebut tercatat tidak memiliki izin angkutan dan status lulus uji berkala (uji kir) telah kadaluwarsa sejak 6 Desember 2023," kata Kepala Bagian Hukum dan Humas Ditjen Perhubungan Darat, Aznal dalam keterangannya, Sabtu (11/5/2024).

Baca juga: Reaksi PJ Gubernur Jabar usai Bus Siswa SMK Lingga Kencana Kecelakaan, Keluarkan SE soal Study Tour

Selain berganti pemilik hingga beberapa kali, bus nahas Fahar Putera Trans tersebut juga mengalami perombakan model di bengkel karoseri.

Model asli bus ini adalah Disovery buatan karoseri Laksana, Ungaran.

Model Discovery umumnya memang banyak ditemukan pada bus-bus bermesin depan yang diproduksi Karoseri Laksana seperti misalnya yang biasa kita jumpai pada bus-bus ekonomi AKAP asal Jawa Timur.

Demi memenuhi tuntutan dan selera pasar dan minat konsumen akan bus dengan model kekinian, bus tersebut kemudian dirombak total modelnya menjadi model Jetbus 3 SHD ala bikinan Karoseri Adi Putro, Malang.

Terkait kecelakaan maut bus Trans Putera Fajar ini Aznal mengatakan, Ditjen Hubdat saat ini telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menginvestigasi mendalam terkait kecelakaan tersebut.

Ditjen Hubdat mengimbau kepada seluruh Perusahaan Otobus (PO) dan pengemudi untuk memeriksa secara berkala kondisi armada dan melakukan pendaftaran izin angkutan serta rutin melakukan uji berkala kendaraan.

"Diimbau kepada seluruh masyarakat yang menggunakan angkutan umum bus dapat memeriksa kelayakan kendaraan sebelum keberangkatan pada aplikasi Mitra Darat yang dapat diunduh pada smartphone," tutur Aznal.


Dimodifikasi Beberapa Kali

Bus PO Trands Putera Fajar rupanya sudah dirombak di bengkel karoseri menjadi model Jetbus 3 SHD.

Terkait perubahan spesifikasi dari biasa menjadi high decker bisa saja memengaruhi kelimbungan kendaraan.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam investigasi terhadap bus Trans Putera Fajar di Terminal Subang, menemukan fakta ada perubahan spesifikasi dari bus biasa berubah dari spesifikasi biasa menjadi high decker.

Ketua KNKT, Soerjanto, mengatakan pihaknya memeriksa kelaikan bus untuk mengetahui penyebab kecelakaan terutama dengan sistem pengeremannya.

"Jadi fokus kami sistem pengereman dari bus yang diakui sang sopir sesaat sebelum kecelakaan remnya bermasalah," kata Soerjanto saat melakukan inspeksi terhadap bus maut Putera Fajar di Terminal Subang, Minggu (12/5/2024) sore dilansir dari Surya.co.id

Soerjanto mengatakan, KNKT juga mengecek terkait sistem keselamatan lainnya.

"Kita cek juga terkait sabuk pengaman dan rangka bus yang dirasa tidak bisa melindungi penumpang di kala terjadi benturan," tuturnya.

Baca juga: Ma, Bus Aku Terbalik, Paniknya Vivi Siswi SMK Lingga Kencana Telepon Ibu usai Kecelakaan di Subang

Terkait hasil inspeksi ini, KNKT tak bisa memastikan kapan bisa keluar.

Menurutnya data dari inspeksi ini perlu dikalibrasi dengan data lainnya seperti data dengan wawancara sopir.

"Ya semoga saja secepatnya hasil inspeksi ini bisa segera disimpulkan sehingga bisa diketahui apa penyebab terjadinya kecelakaan maut tersebut," kata Soerjanto.

Beberapa rombakan dan modifikasi bus jadul menjadi bus kekinian

1. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendapati bus pariwisata Putera Fajar sudah diubah spesifikasinya dari bus standar menjadi bus highdecker.

2. Bus tersebut menggunakan sasis Hino AK produksi 2006 dan sudah sekitar 4 kali berganti pemilik.

3. Sasis bus pariwisata PO Trans Putera Fajar ini adalah bus bermesin depan Hino AK tipe AK1J non-turbo, dengan sistem pengereman sudah full air namun untuk rem tangan masih manual.

4. Di dunia transportasi dikenal bus model HD, HDD dan SHD untuk bus dengan penggerak 4x2 enam ban dengan panjang sasis maksimum 12 meter.

5. Bus-bus model ini memiliki tinggi dek yang lebih naik dibanding bus-bus standar era 1990-an ke bawah.

6. Pada bus HD tinggi lantai bus sekitar 3,4 meter hingga 3,5 meter model kaca depan single glass.

7. Kemudian bus HDD memiliki lantai bus yang lebih tinggi dari model HD, yakni 3,7 meter.Pada model HDD karoseri umumnya sudah berani memasang kaca depan ganda alias double glass.

8. Berikutnya adalah model SHD (Super High Decker) yang memiliki bodi dan lantai dek lebih tinggi dari dari bus HD.

9. Tinggi total bus SHD ini sekitar 3,8 meter hingga 3,9 meter.

10. Bus-bus SHD mengaplikasikan kaca depan ganda alias double glass.

11. Dengan dek yang tinggi, bus model SHD juga bisa memiliki ruang bagasi yang lebih lega untuk membawa barang bawaan penumpang.

Selain tiga model di atas juga terdapat model MHD atau medium high deck yang diperkenalkan oleh Karoseri Adi Putro.

12. Diduga, bus PO Trans Putera Fajar sudah dirombak oleh bengkel karoseri dari tinggi standar menjadi model HD atau SHD.


Pergantian Pemilik

Sementara, akun instagram @explorebuslover mengungkap sosok para pemilik bus sebelumnya.

"Berikut beberapa yang menggunakan Bus Tersebut : Po.Siliwangi Antar Nusa (SAN) - Po.Aldo Trans - Po.Jaya Guna Hage - Po.Putera Pandawa Karya (PPK) - Po.Maulana Trans - Po.Trans Putera Fajar

banyak blunder dari sisi bis yg laka semalem di ciater, dari pihak penyewa itulah resiko dari milih bis yg penting murah, banting harga dari rate pasaran bis pariwisata

Minus bisnya
Bis dah tua buat wisata max 15 tahun atau maksimal produksi 2009, ini sasis 2006
Bis AK1 mesin depan yg aslinya discovery di SRUT, dah rombak jauh dari aslinya
Surat3 mati
KIR mati
Surat atas nama PT di wonogiri, dipakenya brand apa di daerah lain."

Pada postingan tersebut, akun Instagram @explorebuslovers menyertakan foto bus Trans Putera Fajar saat masih dioperasikan oleh PO Jaya Guna Hage sebagai armada bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dengan registrasi plat nomor polisi wilayah Wonogiri, Jawa Tengah.

Pada kaca depan bus masih terdapat tempelan stiker bertuliskan SAN dalam format italic, ciri khas stiker yang terdapat pada armada bus PO SAN, Bengkulu.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

(*)

Baca juga berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved