Kecelakaan Bus Siswa SMK Lingga Kencana

Sosok Sadira Sopir Bus Kecelakaan Rombongan SMK Lingga Kencana di Subang, Selamat Alami Luka-luka

Terungkap sosok sopir bus Putera Fajar yang mengalami kecelakaan bawa siswa SMK Lingga Kencana Depok, mengakibatkan 11 orang tewas.

|
Youtube Kompas TV
Terungkap sosok sopir bus Putera Fajar yang mengalami kecelakaan bawa siswa SMK Lingga Kencana Depok, mengakibatkan 11 orang tewas. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Terungkap sosok sopir bus Putera Fajar yang mengalami kecelakaan bawa siswa SMK Lingga Kencana Depok, mengakibatkan 11 orang tewas.

Seperti diketahui, kecelakaan maut ini terjadi di jalan raya Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024) sekitar pukul 18.45 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, 11 orang dilaporkan meninggal dunia, 27 orang luka berat, dan 13 orang mengalami luka sedang.

Sementara sopir bus Putera Fajar, Sadira selamat dalam kecelakaan tersebut.

Lantas siapakah sosok sopir bus itu ?

Sopir bus Putera Fajar ini bernama Sadira.

Adapun saat kondisi Sadira alami luka-luka di bagian kepala tangan, dan kaki.

Adapun penyebab kecelakaan itu terjadi lantaran rem blong.

Baca juga: Pengakuan Sopir Bus Kecelakaan Rombongan SMK di Subang, Sebut Rem Blong Tak Ada Pilihan Lain

Hal ini diungkap langsung oleh Sadira saat ditemui TribunJabar.id

Sadira mengatakan, rem mobil yang ia kemudikan blong saat memasuki turunan perempatan Sariater.

"Waktu itu, pada saat habis makan sore di Rumah Makan Bang Jun, kemudian saya melanjutkan perjalanan. Namun nahas saat memasuki turunan perempatan Sariater, tiba -tiba saya tekan rem, perseneling saya masukin enggak masuk-masuk. Ternyata anginnya tiba tiba habis," kata Sadira saat ditemui Tribun Jabar saat menjalani perawatan di RSUD Subang, Minggu (12/5/2024). 

Pengakuan sopir bus Putera Fajar yang mengalami kecelakaan bawa siswa SMK Lingga Kencana Depok, mengakibatkan 11 orang tewas.
Pengakuan sopir bus Putera Fajar yang mengalami kecelakaan bawa siswa SMK Lingga Kencana Depok, mengakibatkan 11 orang tewas. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Menurut Sadira, setelah tahu remnya blong, saat itulah dirinya kelabakan mencari jalur penyelamat.

Sayangnya, hal yang dia cari tak ada.

"Saya sudah panik saat tahu rem blong. Waktu itu mau saya terusin takut tambah banyak korban karena akan banyak kendaraan yang tertabrak nantinya," katanya.

"Karena di depan ada 5 sepeda motor, saya klakson enggak mau minggir. Akhirnya terpaksa saya buang ke samping, daripada lebih banyak korban yang di depan," imbuhnya.

Baca juga: 9 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMK di Subang 11 Tewas, Bus Tak Berizin Hingga Sopir Selamat

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved