Berita Viral

Kesaksian Warga Dengar 2 Kali Bunyi Tembakan Setelah Bunyi Benturan Kecelakaan dokter Dwi di Jambi

Kesaksian warga sekitar mendengar dua kali bunyi keras, yang diduga berasal dari tembakan senjata api di lokasi dr Dwi Fatimahyen tewas kecelakaan.

Tribunjambi/Rifani
Kesaksian warga sekitar mendengar dua kali bunyi keras, yang diduga berasal dari tembakan senjata api di lokasi dr Dwi Fatimahyen tewas kecelakaan. 

Dia bilang, kios yang ditabrak dokter perempuan muda itu milik saudaranya.

Baca juga: Sosok Dwi Fatimahyen Dokter Muda Asal Jambi Tewas Kecelakaan Dituduh Curi Mobil dan Dikejar Polisi

Akibat kecelakaan itu, dua tiang beton penyangga kios hancur akibat ditabrak keras

Mobilnya dilihatnya terpental sekitar 5 meter dari tiang yang ditabrak.

Sementara posisi korban ditemukan tidak bernyawa diatas tanah, tepat di samping mobilnya.

"Dia terpental di samping itu. Sudah tidak bernyawa. Kalau darah dak ado keluar," ungkap Zulkifli saat menunjukkan lokasi.

Dwi Fatimahyen, dokter muda di Jambi tewas setelah mengalami kecelakaan, Jumat (29/3/2024). Ia sempat diteriaki maling dan dikejar warga hingga polisi
Dwi Fatimahyen, dokter muda di Jambi tewas setelah mengalami kecelakaan, Jumat (29/3/2024). Ia sempat diteriaki maling dan dikejar warga hingga polisi (Instagram, TribunJambi.com/Rifani Halim)

Sebelumnya, pihak keluarga membantah dr Dwi pencuri mobil, sebab Ayla yang saat itu dikendarai merupakan milik pribadi korban, dibuktikan dengan surat dokumen kepemilikan kendaraan.

Dwi tancap gas sejak dari Mestong karena dikejar-kejar oleh sejumlah orang yang tak dikenalnya.

Hingga akhirnya dalam keadaan panik, tak mampu lagi menguasai kendaraan, sehingga mengalami kecelakaan tunggal di RT 9, Sekernan.

Baca juga: Pak Saya Takut Curhat Dokter Dwi Sempat Hubungi Ayah Sebelum Tewas Kecelakaan, Dibuntuti 3 Orang

Kronologi Versi Polisi

polisi merilis kronologi versi berbeda dari keluarga soal peristiwa kecelakaan dokter muda hingga tuduhan maling.

Kepada Kompas.com, Kepala Polres Muaro Jambi, AKBP Wahyu Bram dalam konferensi pers, Selasa (2/4/2024) menjelaskan, dokter Dwi pada pukul 10.00 WIB masuk masuk perumahan Pondok Cipta dekat SPN Polda Jambi dengan kecepatan tinggi.

Korban saat itu ngebut di perumahan diketahui seorang warga yang kemudian membagikannya ke dalam grup WhatsApp warga setempat.

"Tapi yang bersangkutan sekitar empat menit datang masuk ke kompleks, karena mau diberhentikan gak mau berhenti, akhirnya dikejar," kata Wahyu.

Ketika dikejar korban lari menuju jalan lintas Sumatera ke arah Kota Jambi.

Kebetulan mobil yang bersangkutan melewati pos penyekatan polisi dan pegawai dinas perhubungan Kabupaten Muaro Jambi.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved