Sopir Truk Dianiaya Oknum Polisi dan ASN

Oknum Polisi dan ASN yang Viral Aniaya Sopir Truk di Banyuasin Muncul, Ngaku Tak Ada Pemukulan

Dari kesempakatan, tidak diperbolehkan dump truk dalam keadaan berisi tanah ataupun kosong melintas di Jalan Tanah Mas.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Slamet Teguh
Kolase Tribunsumsel.com/ M. Ardiansyah
Sujana dan Rizal menunjukan surat kesepakatan yang ditandatangi warga, forum sopir dum truk, polsek, koramil dan dishub agar tidak melintas di jalan Tanah Mas, Jumat (22/3/2024). 

Menurut Rudi, sebelum kejadian ia baru selesai mengisi BBM dan hendak pulang ke rumahnya di Talang Buluh lantaran ada yang tidak beres dengan dump truk yang dikendarainya. 

"Saya pikir tidak masalah, karena posisi truk dalam keadaan kosong. Selain itu, truk dalam kondisi tidak baik dan karena mau pulang ke talang buluh, jadi inisiatif lewat jalan tiga putri," kata Rudi (21/3/2024).

Saat melintas di Jalan Tiga Putri sekitar 500 meter keluar ke jalan Talang Buluh, dump truk yang dikendarainya dikejar dua orang.

Saat berhasil dihentikan, kedua orang tersebut langsung memukuli Rudi. Ia berupaya untuk menghindar, akan tetapi karena dipukuli tak bisa berbuat banyak. 

Tak hanya pemukulan yang diterima Rudi, akan tetapi baju yang dikenakan Rudi juga sampai robek karena ditarik pria berbaju kuning berkali-kali. 

"Yang menarik baju dan memukul saya kenal, itu S yang kerjanya polisi. Sedangkan satu lagi kerjanya ASN," kata Rudi. 

Setelah dipukuli, meski hanya tinggal 50 meter menuju jalan Talang Buluh, Rudi mengaku kedua pelaku tetap menyuruhnya untuk putar balik lagi.

"Karena seperti itu, apalagi saya tahu dia polisi. Tidak bisa berbuat banyak, padahal saya pernah bertemu dengan dia," ungkapnya.

Atas kejadian ini, rekan semasa sopir dump truk berkumpul dan memberikan dukungan kepada korban Rudi.

Terlebih, kejadian ini sudah beberapa kali terjadi.

Para sopir dump truk ini, akhirnya mengungkapkan bila mereka punya bukti unsur keterlibatan oknum polisi berisial S.

Karena, selama ini oknum S sudah memanggil koordinator mereka dan meminta sejumlah uang. 

Uang tersebut, sudah diberikan kepada oknum S dan para sopir dump truk dijanjikan akan bisa melalui jalan Tiga Putri.

"Kami ada bukti rekaman video ketika dia menerima uang Rp 10 juta yang dia minta, dengan janji bila uang sudah diberikan kami bisa melintas. Tetapi, kami sekarang tidak bisa melintas dan malah S ini yang seolah-olah jadj pahlawan dengan memukuli setiap kali kami lewat walaupun dalam keadaan kosong," ungkap seorang sopir yang mengaku ikut mengantarkan uang kepada oknum S. 

Uang yang diminta Oknum S senilai Rp 10 juta merupakan uang yang berasal dari trip sopir mengantarkan tanah sebanyak Rp 20 ribu per sopir.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved