Sopir Truk Dianiaya Oknum Polisi dan ASN
Klarifikasi Oknum Polisi & ASN yang Viral Aniaya Sopir Truk di Banyuasin, Tak Terima Disebut Pungli
Memang ada uang konpensasi dari Duta Tanah Mas pada tanggal 27 Januari 2024 yang diterima oleh pak Sujana, lalu diserahkna kepada ketua RT Surya.
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL. COM, BANYUASIN - Oknum polisi dan ASN yang diduga melakukan penganiayaan terhadap sopir dump truk di Jalan Tanah Mas beberapa waktu lalu, merasa tidak terima atas tuduhan sejumlah perkataan sopir dump truk bila ada pungli.
Menurut Rizal, memang ada uang konpensasi dari Duta Tanah Mas pada tanggal 27 Januari 2024 yang diterima oleh pak Sujana, lalu diserahkna kepada ketua RT Surya.
"Dari ketua RT, diserahkan kepada saya sebesar Rp 4.8 juta. Uang tersebut, saya sumbangkan ke masjid An Nurdin Rp 2 juta dan dibelikan barang untuk musollah MatTaubah Rp 2.205.000. Sisanya, digunakan untuk cetak bener dua buah, cetak logo forum satu lembar dan untuk biasaya konsumsi rapat sebanyak tiga kali. Semuanya ada bukti dan kuga dokumen," katanya, Senin (25/3/2024).
Selanjutnya, dihari yang sama juga diserahkan oleh penimbun dana konpensasi dari Ilman kepada Yayan.
Selanjutnya, dari Yayan kepada Sujanah diteruskan kepada RT Surya dan kepada dirinya senilai Rp 2 juta.
Uang yang diberikan, dipergunakan untuk membayar pihak yang memgawasi di lapangan selama 2 minggu.
"Namanya ada semua, jadi tidak ada kami dan warga melakukan pungli. Ini akan kami ke ranah hukum," pungkasnya.
Baca juga: Oknum Polisi dan ASN yang Viral Aniaya Sopir Truk di Banyuasin Muncul, Ngaku Tak Ada Pemukulan
Baca juga: VIRAL Sopir Truk Dianiaya Diduga Oknum Polisi dan ASN, Dipicu Melintas di Jalan Tiga Putri Banyuasin
Sebelumnya, Sujanah juga sudah mengungkapkan bila ada pungli dilakukan senilai Rp 10 juta sangat tidak betul. , Sujanah sangat membantah adanya pungli yang dituduhkan kepadanya.
Ada uang aenilai Rp 4 juta yang diberikan forum sopir dan penimbun, tetapi untuk diserahkan kepada masjid di Tanah Mas.
"Sama sekali, saya tidak ada menerima uang. Uang itu, diserahkan ke masjid berdasarkan kesepakatan bersama dan tidak ada warga yang mengambil uang itu, termasuk saya. Dari kejadian ini, ada orang-orang yang ingin memanfaatkan situasi seperti ini agar truk-truk tanah bisa melintas. Makanya, mereka sengaja melintas agar ada kisruh," ungkapnya.
Keduanya berharap, para sopir dum truk agar dapat berkomitmen dan sama-sama menghormati apa yang sudah menjadi kesepakatan. Bila sudah sama-sama berkomitmen menjaga kesepakatan, maka hal-hal yang tidak diinginkan pasti dapat dihindari.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.