Sopir Truk Dianiaya Oknum Polisi dan ASN

Klarifikasi Oknum Polisi & ASN yang Viral Aniaya Sopir Truk di Banyuasin, Tak Terima Disebut Pungli

Memang ada uang konpensasi dari Duta Tanah Mas pada tanggal 27 Januari 2024 yang diterima oleh pak Sujana, lalu diserahkna kepada ketua RT Surya.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Slamet Teguh
Kolase Tribunsumsel.com/ M Ardiansyah
Sujana dan Rizal menunjukan surat kesepakatan yang ditandatangi warga, forum sopir dum truk, polsek, koramil dan dishub agar tidak melintas di jalan Tanah Mas, Jumat (22/3/2024). 

TRIBUNSUMSEL. COM, BANYUASIN - Oknum polisi dan ASN yang diduga melakukan penganiayaan terhadap sopir dump truk di Jalan Tanah Mas beberapa waktu lalu, merasa tidak terima atas tuduhan sejumlah perkataan sopir dump truk bila ada pungli.

Menurut Rizal, memang ada uang konpensasi dari Duta Tanah Mas pada tanggal 27 Januari 2024 yang diterima oleh pak Sujana, lalu diserahkna kepada ketua RT Surya.

"Dari ketua RT, diserahkan kepada saya sebesar Rp 4.8 juta. Uang tersebut, saya sumbangkan ke masjid  An Nurdin Rp 2 juta dan dibelikan barang untuk musollah MatTaubah Rp 2.205.000. Sisanya, digunakan untuk cetak bener dua buah, cetak logo forum satu lembar dan untuk biasaya konsumsi rapat sebanyak tiga kali. Semuanya ada bukti dan kuga dokumen," katanya, Senin (25/3/2024).

Selanjutnya, dihari yang sama juga diserahkan oleh penimbun dana konpensasi dari Ilman kepada Yayan.

Selanjutnya, dari Yayan kepada Sujanah diteruskan kepada RT Surya dan kepada dirinya senilai Rp 2 juta. 

Uang yang diberikan, dipergunakan untuk membayar pihak yang memgawasi di lapangan selama 2 minggu. 

"Namanya ada semua, jadi tidak ada kami dan warga melakukan pungli. Ini akan kami ke ranah hukum," pungkasnya. 

Baca juga: Oknum Polisi dan ASN yang Viral Aniaya Sopir Truk di Banyuasin Muncul, Ngaku Tak Ada Pemukulan

Baca juga: VIRAL Sopir Truk Dianiaya Diduga Oknum Polisi dan ASN, Dipicu Melintas di Jalan Tiga Putri Banyuasin

Sebelumnya, Sujanah juga sudah mengungkapkan bila ada pungli dilakukan senilai Rp 10 juta sangat tidak betul. , Sujanah sangat membantah adanya pungli yang dituduhkan kepadanya. 

Ada uang aenilai Rp 4 juta yang diberikan forum sopir dan penimbun, tetapi untuk diserahkan kepada masjid di Tanah Mas. 

"Sama sekali, saya tidak ada  menerima uang. Uang itu, diserahkan ke masjid berdasarkan kesepakatan bersama dan tidak ada warga yang mengambil uang itu, termasuk saya.  Dari kejadian ini, ada orang-orang yang ingin memanfaatkan situasi seperti ini agar truk-truk tanah bisa melintas. Makanya, mereka sengaja melintas agar ada kisruh," ungkapnya. 

Keduanya berharap, para sopir dum truk agar dapat berkomitmen dan sama-sama menghormati apa yang sudah menjadi kesepakatan. Bila sudah sama-sama berkomitmen menjaga kesepakatan, maka hal-hal yang tidak diinginkan pasti dapat dihindari. 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved