Berita Lubuklinggau

Mengenal Masjid Musi Al Muallaf di Lubuklinggau, Perpaduan Nama Suku dan Agama

Masjid Musi Al Muallaf di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi masjid pertama berarsitektur China dan ramai dikunjungi selama Ramadan.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Masjid Musi Al Mualaf di Jalan Kali Kesik, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1, Kota Lubuklinggau Sumsel, Jumat (15/3/2024). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Masjid Musi Al Muallaf di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi masjid pertama berarsitektur China dan ramai dikunjungi selama Ramadan.

Masjid yang terletak di Jalan Kali Kesik, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1 ini kental dengan warna merah terang dan warna kuning keemasan.

Semenjak diresmikan beberapa waktu lalu Masjid Musi Al Muallaf langsung menjadi salah satu tujuan wisata religi dan sudah mengislamkan tiga orang.

Warga kota ini menyebutnya sebagai Masjid Cheng Ho-nya Lubuklinggau karena ornamennya sangat mirip Masjid Cheng Ho di Kota Palembang.

Sepriyanto Sekretaris Masjid Musi Al Muallaf,  bercerita Masjid Musi Al Muallaf dibangun oleh seorang warga keturunan Tionghoa mualaf bernama Agussyah.

"Pewakafnya orang Tionghoa Muallaf dan istrinya kebetulan warga suku Musi. Jadi namanya perpaduan nama suku dan agama," ungkap Septri pada wartawan, Jumat (15/3/2024).

Baca juga: Teks Sayyidul Istighfar dalam Tulisan Latin dan Artinya Mudah Dibaca, Amalan Selama Bulan Ramadhan

Agussyah sengaja membangun masjid ini sebagai bentuk kecintaannya kepada agama Islam yang dianutnya saat ini.

"Untuk warna merah dan kuning emas ini sengaja dipilih karena permintaan istrinya agar diberi warna merah dan ornamen Tionghoa mengikuti budaya dari suaminya," ujarnya.

Sepri mengungkapkan, masjid yang dibangun tahun 2021 dengan luas bangunan 16 x 20 meter persegi dan mampu menampung 300 jamaah.

"Terkhusus bulan Ramadan masjid ini menggelar tarawih, alhamdulillah antusias masyarakat yang shalat tarawih berjamaah lumayan banyak," ujarnya.

Selain jamaah warga lokal, juga banyak warga luar daerah yang merasa penasaran dengan keunikan dan keindahan arsitektur masjid bernuansa ornamen Tionghoa ini.

"Banyak yang datang karena penasaran, bahkan ada yang sengaja datang dari provinsi Jambi untuk foto-foto dan sengaja numpang sholat," ungkapnya.

Sepri pun menambahkan selama bulan suci Ramadan Masjid Musi Al Muallaf menyediakan buka puasa bersama untuk jamaah yang datang ke masjid ini.

Kemudian setiap menjelang berbuka puasa ada kultum dan selesai tarawih dilanjutkan tadarus al-quran.

"Khusus menjelang idul fitri nanti kita menyiapkan tempat untuk membayar zakat dan nanti akan langsung kita bagikan kemasyarakatan," ujarnya. 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved