Pelecehan di Universitas Pancasila

Rektor Universitas Pancasila Diduga Lecehkan Dua Karyawannya, Korban Malah Dimutasi Saat Lapor

Rektor Universitas Pancasila berinisial ETH diduga melecehkan salah satu karyawan di kampus tersebut pada 6 Februari 2023.

Editor: Slamet Teguh
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Rektor Universitas Pancasila Diduga Lecehkan Dua Karyawannya, Korban Malah Dimutasi Saat Lapor 

"Ya jadi sebenernya ini ada dua korban yang melaporkan membuat laporan ada dua bukan satu orang, dan kebetulan dua orang ini kuasa hukumnya saya juga," kata kuasa hukum korban, Amanda Manthovani saat dihubungi, Sabtu (24/2/2024).

Adapun korban diketahui berinisial DF yang saat itu merupakan karyawan honorer di universitas tersebut saat terjadi aksi pelecehan tersebut.

Amanda tak menjelaskan bentuk pelecehan apa yang sudah diterima D.

Hanya saja kala itu, D langsung mengundurkan diri dari pekerjaannya akibat kelakuan bejat sang rektor.

"Kalau D setelah kejadian itu nggak lama dia resign,

mengundurkan diri karena dia ketakutan," ucapnya.

Amanda mengatakan adanya relasi kuasa antara korban dan terlapor ini yang membuat keduanya baru melapor polisi baru-baru ini.

"Sebenarnya ada beberapa tipe yang namanya perempuan

, ini kan ada hubungannya relasi kuasa.

Artinya dengan penguasa dan bawahan.

Itu kan banyak pertimbangan.

rasa ketakutan. apalagi dia tau loh yang namanya rektor itu, ya dia beruang, dia banyak koneksi," kata Amanda.

"Kan di otak dia 'kalau aku lapor ini gimana? Gua abis', begitu kan pemikiran dia. Takut, gitu. Rasa takut," sambungnya.

Penjelasan kampus

Universitas Pancasila menyatakan, akan menunggu proses hukum terhadap rektornya, ETH, yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada karyawan kampus.

Pernyataan ini disampaikan Kabiro Humas Universitas Pancasila Putri Langka, usai ETH dilaporkan RZ (42) ke Polda Metro Jaya pada 12 Januari 2024.

"Kami akan menunggu proses hukum yang berjalan di Polda, dan karenanya tidak dapat mendahului proses yang sedang berjalan," ujar Putri saat dihubungi, Sabtu.

Dia memastikan, pihak kampus menghormati proses hukum yang tengah berjalan.

Begitu pula terhadap pelapor maupun terlapor dalam kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.

"Kami juga mengimbau semua pihak untuk mendukung proses yang sedang berjalan ini. Yang jelas kami selalu berkomitmen untuk kooperatif dalam menjaga hal terbaik untuk institusi," ungkapnya.

Putri menyebut, saat ini ETH dan RZ masih berstatus sebagai karyawan aktif di Universitas Pancasila.

"Yayasan dalam waktu dekat akan melaksanakan rapat pleno untuk membahas kasus tersebut,

termasuk hal-hal yang berkaitan dengan posisi rektor," terang dia.

(Kompas.com/ Tribunnews.com)

 

 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dengan saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved