Majikan di Jakarta Aniaya 5 ART

Sosok 5 ART Kabur Diduga Disiksa Majikan di Jaktim, Ada yang Masih di Bawah Umur, Lapor Polisi

sosok 5 Asisten rumah tangga (ART) di Jakarta Timur kabur dari rumah majikannya setelah menjadi korban penyiksaan. ada yang masih berusia 17 tahun

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
tribunjakarta.com/Getty Image
sosok 5 Asisten rumah tangga (ART) di Jakarta Timur kabur dari rumah majikannya setelah menjadi korban penyiksaan. ada yang masih berusia 17 tahun, diduga sering disiksa, manjat lewat pagar berduri, 

Bukan tanpa sebab, kelima ART ini kabur lantaran diduga sering mendapatkan penganiayaan hingga bekerja tanpa digaji.

Mereka melarikan diri dengan cara memanjat pagar pasca menjadi korban penganiayaan majikannya, pada Senin (12/2/2024).

Aksi kaburnya lima ART itu sempat disaksikan oleh tetangga majikan setelah mendengar jeritan minta tolong dari korban.

Vina mengatakan, penganiayaan tersebut diketahui saat kelima korban melarikan diri dari rumah tempat mereka bekerja pada (12/2/2024) sekitar pukul 02.30 WIB.

"Teman saya membangunkan saya, katanya di sebelah ada kejadian. Pas saya cek ada lima anak perempuan, ada yang masih di atas pagar, di genteng," ujarnya.

Beginilah detik-detik lima Asisten rumah tangga (ART) di Jakarta Timur kabur dari rumah majikannya, diduga sering disiksa, manjat lewat pagar berduri
Beginilah detik-detik lima Asisten rumah tangga (ART) di Jakarta Timur kabur dari rumah majikannya, diduga sering disiksa, manjat lewat pagar berduri (tribunjakarta.com/Getty Image)

Vina berujar, kelima ART itu menangis dan ketakutan sedang berupaya kabur dengan cara memanjat keluar dari salah satu rumah.

"Ada yang masih di atas pagar, ada yang di genteng," kata Vina.

Mereka tampak memanjat pagar dengan tinggi kisaran dua meter dan dipasangi kawat berduri.

Saat ditanya mengenai kejadian yang terjadi, lima perempuan itu mengaku kabur dari rumah tersebut lantaran ada penyiksaan.

"Kata dia, 'Saya kerja, mau kabur. Di dalam ada penyiksaan' begitu," kata Vina.

Melihat hal itu, warga langsung bergegas menolong.

Namun karena pagar dan tembok rumah sang majikan itu dipasangi kawat berduri serta pecahan kaca, dua ART pun mengalami luka ketika memanjat.

Mereka lalu dibawa warga sekitar ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Masih merujuk keterangan korban, Vina mengatakan para PRT itu sempat berupaya menghubungi yayasan penyalur yang membawa mereka bekerja sebelum melarikan diri.

Tapi nomor penyalur yang bersangkutan tidak pernah dapat dihubungi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved