Satria Mahathir Ditangkap
Sosok Yuskam Nur Ayah Tiktoker Satria Mahathir, Eks Jenderal Polisi, Punya Bekingan Lindungi Cogil
Sosok ayah Satria Mahathir jadi sorotan usai sang Tiktoker yang dijuluki 'Cogil' ini mengaku punya bekingan. Ternyata mantan jenderal polisi bintang 2
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM - Sosok ayah Satria Mahathir jadi sorotan usai sang Tiktoker yang dijuluki 'Cogil' ini mengaku punya bekingan.
Pengakuan Satria Mahathir soal punya bekingan ini tak lepas setelah ia dinyatakan bebas dari penjara akibat kasus penganiayaan terhadap RAT (16) Anak Anggota DPRD Kepri.
Satria Mahathir ditahan selama 13 hari setelah ayah korban Nyanyang Harris mencabut laporan pengeroyokan yang dialami anaknya.
Baca juga: Sombongnya Satria Mahathir, Hanya Dipenjara 13 Hari Karena Kasus Penganiayaan, Ngaku Punya Bekingan
Diakui Satria Mahathir, ada intervensi dari berbagai pihak sehingga ia bisa cepat bebas.
Satria Mahathir sendiri memang bukan anak dari orang sembarangan.
Sehingga, ia merasa yakin jika akan cepat dibebaskan dari jeratan hukum.
Lantas siapa ayah Satria Mahathir?
Satria merupakan anak dari almarhum Yuskam Nur, mantan jenderal polisi bintang dua.
Lengkapnya, Ayah dari Satria Mahathir adalah Yuskam Nur, lebih tepatnya Irjen Pol (Purn) Dr. Yuskam Nur, S.H., M.B.L., M.H., mantan jenderal polisi bintang dua.
Yuskam Nur purna tugas dengan pangkat Inspektur Jenderal.
Yuskam Nur menjabat sebagai Anjak Wasidik Bareskrim Polri saat berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) dan jabatan terakhirnya sebagai Direktur Keuangan Badan Intelijen Negara (BIN).
Yuskam Nur lahir di Makassar pada 20 Agustus 1957 dan pensiun dari Polri sejak 6 tahun yang lalu.
Baca juga: Tiktoker Satria Mahathir Bebas, Anggota DPRD Kepri Ayah Korban Cabut Laporan: Pelaku Anak Kawan Saya
Ia kiniterjun ke dunia politik setelah purna tugas di Polri.
Ia pernah menjabat sebagai Sekjen Partai Swara Rakyat Indonesia dan Ketua DPW Berkarya Jakarta periode 2015-2018.
Yuskam Nur pernah mendaftar sebagai calon hakim agung pada 2016, namun tidak terpilih.
Bersama Partai Amanat Nasional (PAN) Yuskam Nur tercatat sebagai salah satu Calon Anggota Legislatif pada Pemilu 2019 dari Dapil III DKI Jakarta.

Dalam Pemilu 2024, kini Yuskam Nur resmi bergabung dengan Partai Golkar.
Dalam rumah tangganya, Yuskam Nur sempat disorot soal pernikahnnya dengan Anita Agnes Alexandra yang sudah tidak harmonis sejak tahun 2004.
Dari pernikahan tersebut, keduanya memiliki empat anak, yakni Alif Ifan Nur, Batasya Ayu Nur, Muhammad Yusuf Nur, dan Satria Mahathir Nur.
Sebenarnya sang mantan istri yakni Agnes telah menggugat sang suami sejak tahun 2004 namun ditolak pihak pengadilan.
Gugatan itu disebut dilatarbelakangi karena sang brigjen diduga beberapa kali melakukan kekerasan terhadap mantan istri dan anak-anaknya.
Meski ditolak oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan, mereka berdua tetap pisah ranjang.
Baca juga: Ternyata Dulu Teman SMP, Akrabnya Komeng dan Fadli Zon Sampai Pergi Reuni Bareng
Kasus tersebut bergulir panjang dari tahun 2012 hingga 2014 dan berujung pada perceraian keduanya.
Perceraian mereka baru dikabulkan pengadilan agama pada tahun 2015 dengan masing-masing mendapatkan dua hak asuh.
Tetapi, empat tahun setelahnya, Agnes menuntut dua hak asuh anak yang selama ini ikut Brigjen Yuskam.
Dari keempat anak Brigjen Yuskam tersebut, selama ini publik telah sering mendengar Satria Mahathir Nur.
Kehidupan dalam lingkungan keluarga yang rumit memberikan wawasan tentang perjuangan pribadi dan ketahanan Satria Mahathir dalam menghadapi tantangan.
Pengakuan Satria Punya Bekingan
Pasca bebas dari penjara, Satria Mahathir, Tiktoker yang dijuluki 'Cogil' membuat pengakuan mengejutkan terkait kebebasannya.
Anggota DPRD Kepri Nyanyang Harris menyatakan damai secara kekeluargaan.
Rupanya, dibalik kebebasan Satria Mahathir ini tak lepas dari bantuan berbagai pihak dibelakangnya.
Saat berbincang di YouTube Need A Talk bareng Atta Halilintar, Satria Mahathir mengaku sudah yakin akan cepat bebas.
Diakui Satria Mahathir, ada intervensi dari berbagai pihak sehingga ia bisa cepat bebas.
"Intervensi dari banyak pihak pasti ada. Kita berempat, salah satu dari kita ini anak DPR juga kebetulan, Terbuktilah aku cuma bertahan 13 hari di penjara." ujar Satria.

Satria Mahathir sendiri tidak menampik jika mendapat privilege dengan statusnya sebagai anak pejabat.
Sehingga tak heran jika Satria merasa dirinya yakin akan cepat bebas dari kasus yang menimpanya.
"Banyak anak pejabat tuh yang bisa dibilang meresahkan tuh banyak di lingkungan aku lumayan banyak,
Mereka merasa orang tuanya punya power, jadi semena-menana, dagu mereka naik,"
"Berarti termasuk kamu dong?" timpal Atta Halilintar.
"ya aku termasuk, terbukti lah aku cuma bertahan 13 hari karena orang-orang dibelakang aku masi ada," ungkap Satria Mahathir.
Kendati sang ayah telah meninggal dunia, Satria mengaku masih memiliki bekingan yang bisa menolongnya.
"Kebetulan papa aku udah meninggal, jadi power aku udah sedikit berkurang, tapi kan papaku bukan satu-satunya yang berpengaruh di hidupku," katanya.
Termasuk teman-teman Satria pun diungkap bukan anak orang sembarangan.
"Masih ada bapaknya ini (teman Satria) yang di DPR, di luar ini orangtuanya pengusaha gede semua di Batam. 4 banding 1. Bisa jadi (ada bekingan), tapi nggak banyak banget lah (bekingannya)," ungkap Satria.
Jadi bekingan kamu banyak gitu," ujar Atta.
"Iya bisa jadi," pungkas cowok 20 tahun tersebut.
Mendengar ucapan Satria Mahathir, Atta Halilintar sedikit memberikan saran.
Atta berharap setelah kejadian ini, Satria bisa mengurangi kesombongannya.
"Ini saran aja sih buat kamu. Kamu kan udah terekspos di media. Kalo menurutku di hidup ini, walaupun kita punya power, ada power yang lebih power namanya Yang Di Atas," kata Atta Halilintar.
Disisi lain, Satria Mahathir juga meluruskan pemberitaan yang menyebutnya ditangkap polisi karena mengeroyok anggota DPR.
Ia malah menyerahkan diri saat mengetahui korban melakukan visum.
Anggota DPRD Kepri Ayah Korban Cabut Laporan
Satria Mahathir bebas setelah Nyanyang Haris Pratamura sekaligus ayah korban mencabut laporan ke polisi.
Nyanyang Harris menyatakan damai secara kekeluargaan dengan laporan pengeroyokan yang dialami sang anak oleh Satria Mahathir.
Nyanyang mengungkapkan bahwa ia mempertimbangkan masa depan Satria Mahathir yang juga merupakan anak dari temannya.
Menurutnya, pencabutan laporan ini bisa jadi pembelajaran untuk anak-anak agar tidak melakukan hal yang sama karena hukum di Indonesia berlaku bagi siapapun.
"Alhamdulillah kita bisa damai secara kekeluargaan demi masa depan anak-anak kami," ungkap Nyanyang saat dijumpai di Halaman Mapolresta Barelang, dilansir dari Tribunbatam.com.
"Pelaku ini saya melihat juga merupakan anak kawan saya, kemudian anaknya juga tentu memiliki masa depan, sudah seperti anak saya sendiri, jadi kami dari pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan laporan," terang Anggota DPRD Kepri ini.
Ia berharap agar kedepannya tak terjadi lagi kejadian serupa dan tidak menimbulkan dendam.
"Saya harap jangan terulang kembali, mudah mudahan setelah ini jangan sampai ada balas dendam," kata Nyanyang.
Ia menaruh harapan besar meski masih direntang usia muda jangan sampai mudah terpancing emosi dan terprovokasi, agar kejadian yang menimpa anaknya tersebut tak terulang.
"Saya harap hal-hal yang membahayakan sampai ribut jangan sampai terulang lagi," tuturnya.
Baca juga: Sosok Muhammad Syukron, Guru di Malang Bohongi Istri Pura-pura jadi Korban Begal, Kini Minta Maaf
Sebelumnya laporan tersebut dibuat pada 4 tersangka yakni Satria Mahathir, AD, RSP, dan DJ telah dicabut pada 16, Januari 2024.
Upaya damai sudah terdengar beberapa hari pasca konferensi pers pada (5/1), 12 hari pasca ditetapkan sebagai tersangka, kini Satria Mahathir cs akan dibebaskan.
"Benar, kami cabut laporan karena pertimbangan para pelaku masih anak dibawah umur, dan masih memiliki masa depan," ujar Nyanyang.
Seperti diketahui, Satria Mahathir menganiaya anak anggota DPRD Kepri, di malam pergantian tahun (1/1/2024) sekira pukul 01.00 dini hari.
Penangkapan Satria Mahathir sendiri usai anggota DPRD Kepri, Nyanyang Haris Pratamura sekaligus ayah korban membuat laporan ke polisi.
Pasca menjalani serangkaian proses pemeriksaan di Polresta Balerang, polisi menjerat Satria Mahathir dengan pasal berlapis setelah ia mengakui perbuatannya.
Selain Satria Mahathir, ada tiga orang lai yang terlibat dalam penganiayaan di Batam, diantaranya berinisial Ad, Rsp dan Dj.
Mereka terbukti menganiaya anak anggota DPRD Kepri berinisial Rat yang masih di bawah umur di salah satu kafe kawasan Tiban 1, Kecamatan Sekupang.
Baca berita lainnya di google news
Satria Mahathir Ditangkap
Yuskam Nur
Satria Mahathir
TikTokers
Tribunsumsel.com
sumsel.tribunnews.com
Sosok Bekingan Satria Mahathir yang Buatnya Sombong, Bebas Dari Penjara Meski Lakukan Penganiayaan |
![]() |
---|
Sombongnya Satria Mahathir, Hanya Dipenjara 13 Hari Karena Kasus Penganiayaan, Ngaku Punya Bekingan |
![]() |
---|
Tiktoker Satria Mahathir Bebas, Anggota DPRD Kepri Ayah Korban Cabut Laporan: Pelaku Anak Kawan Saya |
![]() |
---|
Alasan Satria Mahathir Cogil Bebas dari Penjara Kasus Penganiayaan Anak DPRD Kepri, Saling Maaf |
![]() |
---|
Nasib Satria Mahathir TikToker Aniaya Anak Anggota DPRD Terjerat Pasal Berlapis, Minta Maaf Salah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.