Satria Mahathir Ditangkap

Sosok Yuskam Nur Ayah Tiktoker Satria Mahathir, Eks Jenderal Polisi, Punya Bekingan Lindungi Cogil

Sosok ayah Satria Mahathir jadi sorotan usai sang Tiktoker yang dijuluki 'Cogil' ini mengaku punya bekingan. Ternyata mantan jenderal polisi bintang 2

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Slamet Teguh
Youtube Need A Talk/Facebook/Divisi Investasi Bantuan Hukum Bhindo/
Sosok Yuskam Nur Ayah Tiktoker Satria Mahathir, Eks Jenderal Polisi, Punya Bekingan Lindungi Cogil 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sosok ayah Satria Mahathir jadi sorotan usai sang Tiktoker yang dijuluki 'Cogil' ini mengaku punya bekingan.

Pengakuan Satria Mahathir soal punya bekingan ini tak lepas setelah ia dinyatakan bebas dari penjara akibat kasus penganiayaan terhadap RAT (16) Anak Anggota DPRD Kepri.

Satria Mahathir ditahan selama 13 hari setelah ayah korban Nyanyang Harris mencabut laporan pengeroyokan yang dialami anaknya.

Baca juga: Sombongnya Satria Mahathir, Hanya Dipenjara 13 Hari Karena Kasus Penganiayaan, Ngaku Punya Bekingan

Diakui Satria Mahathir, ada intervensi dari berbagai pihak sehingga ia bisa cepat bebas.

Satria Mahathir sendiri memang bukan anak dari orang sembarangan.

Sehingga, ia merasa yakin jika akan cepat dibebaskan dari jeratan hukum.

Lantas siapa ayah Satria Mahathir?

Satria merupakan anak dari almarhum Yuskam Nur, mantan jenderal polisi bintang dua.

Lengkapnya, Ayah dari Satria Mahathir adalah Yuskam Nur, lebih tepatnya Irjen Pol (Purn) Dr. Yuskam Nur, S.H., M.B.L., M.H., mantan jenderal polisi bintang dua.

Yuskam Nur purna tugas dengan pangkat Inspektur Jenderal.

Yuskam Nur menjabat sebagai Anjak Wasidik Bareskrim Polri saat berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) dan jabatan terakhirnya sebagai Direktur Keuangan Badan Intelijen Negara (BIN).

Yuskam Nur lahir di Makassar pada 20 Agustus 1957 dan pensiun dari Polri sejak 6 tahun yang lalu.

Baca juga: Tiktoker Satria Mahathir Bebas, Anggota DPRD Kepri Ayah Korban Cabut Laporan: Pelaku Anak Kawan Saya

Ia kiniterjun ke dunia politik setelah purna tugas di Polri.

Ia pernah menjabat sebagai Sekjen Partai Swara Rakyat Indonesia dan Ketua DPW Berkarya Jakarta periode 2015-2018.

Yuskam Nur pernah mendaftar sebagai calon hakim agung pada 2016, namun tidak terpilih.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved