Arti Kata Bahasa Arab

Arti Sayyidina dan Sayyidah, Kosa Kata Bahasa Arab dalam Menghormati Nabi, Sahabat dan Istri Nabi

Sayyidina" dapat diterjemahkan sebagai "Pemimpin Kami", Tuanku" atau "Tuan Kami. Atau dalam bahasa Indonesia sering diartikan sebagai Baginda

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
Arti Sayyidina dan Sayyidah, Kosa Kata Bahasa Arab dalam Menghormati Nabi, Sahabat dan Istri Nabi. 

TRIBUNSUMSEL.COM --Arti Sayyidina dan Sayyidah, Kosa Kata Bahasa Arab dalam Menghormati Nabi, Sahabat dan Istri Nabi.

Kata Sayyidina dan Sayyida berasal dari bahasa Arab. Kedua kata ini sering kita temukan saat menulis atau mengucapkan nama nabi besar Muhammad SAW dan atau keluarga nabi Muhammad.

Asal kata Sayyid (bahasa Arab: سيد) (jamak: Sādah, bahasa Arab: سادة) (Bahasa Indonesia: Tuan) adalah gelar kehormatan yang diberikan kepada nabi, sahabat nabi dan orang-orang yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan sayyidah  gelar kehormatan yang diberikan perempuan keluarga nabi, seperti istri istri nabi, dan anak nabi.

 

Arti Sayyidina
Sayyidina سَيِّدِنَا  adalah sebuah kata yang ditambahkan sebagai tanda penghormatan dan kelembutan ketika menyebutkan nama atau gelar Nabi dalam budaya Islam.

Sayyidina dalam Bahasa Arab
Sayyidina mencerminkan rasa hormat, penghargaan, dan kecintaan umat Islam terhadap Nabi di antaranya Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah dan pemimpin.


Nabi Muhammad sering disebut dengan sejumlah gelar pujian dan penghormatan dalam budaya Islam, dan "Sayyidina" adalah salah satu dari gelar tersebut.

Sayyidina berasal dari kata Arab "sayyid" yang berarti pemimpin atau tuan. Ketika digunakan sebagai gelar kehormatan dalam Islam, kata ini ditambahkan dengan akhiran "-na" untuk menunjukkan penghormatan dan rasa keakraban.

Secara harfiah, "Sayyidina" dapat diterjemahkan sebagai "Pemimpin Kami", Tuanku" atau "Tuan Kami. Atau dalam bahasa Indonesia sering diartikan sebagai Baginda.

Beberapa kalangan muslim juga menggunakan gelar sayyid untuk orang-orang yang masih keturunan Abu Thalib, paman Nabi Muhammad, yaitu Abbas, serta Ja'far, Aqil dan Thalib dan para sahabat nabi.


Berikut ini adalah contoh penggunaannya:

Membaca sholawat nabi


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ

Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa’ala Alihi Washohbihi Ajma’in.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved