Berita Banyuasin

Dinkes Banyuasin Ungkap Tempat Nyamuk DBD Berkembangbiak di Rumah, Bukan Saluran Air

Dinkes Banyuasin mengungkap tempat nyamuk DBD berkembangbiak yang banyak di rumah, ternyata bukan di saluran air.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Kabid P2P Dinkes Banyuasin Hj Eni Diana Amkeb SKM mengungkap tempat nyamuk DBD berkembangbiak yang banyak di rumah, ternyata bukan di saluran air. 

TRIBUNSUMSEL. COM, BANYUASIN - Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin mengungkap tempat nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD) berkembang biak yang banyak di rumah, ternyata bukan di saluran air.

Kadinkes Banyuasin Dr dr Rini Pratiwi melalui Kabid P2P Hj Eni Diana Amkeb SKM mengatakan seluruh masyarakat Banyuasin diharapkan lebih jeli terhadap kebersihan lingkungan saat masuk musim penghujan.

Terlebih, terkait genangan air yang ada di bak penampungan maupun yang tertampung di wadah-wadah bekas.

Menurutnya, musim hujan harus menjadi perhatian masyarakat karena banyak wadah ataupun tempat penampungan air sehingga, sangat rentan jadi sumber tempat berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah.

Terkadang, masyarakat sering tak sadar dengan tempat penampungan dan bak air yang dianggap sudah bersih tetapi, inilah tempat yang paling rentan tempat berkembang biaknya nyamuk demam berdarah.

"Perlu masyarakat ketahui, nyamuk demam berdarah ini lebih senang berkembang biak di air yang tidak langsung terkontaminasi dengan tanah. Artinya, di bak penampungan maupun wadah-wadah yang bisa menampung air hujan. Ini yang menjadi potensi terbesar, perkembangbiakan nyamuk demam berdarah," katanya, Senin (15/1/2024).

Baca juga: 2 Pasien DBD di OKI Meninggal, Tren Kasus Meningkat, Dinkes OKI Minta Masyarakat Waspada

Faktor hujan yang saat ini terjadi, juga bisa meningkatkan terjadinya kasus demam berdarah. Karena, masyarakat banyak yang menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, tempat penampungan tersebut tidak ditutup dan menjadi tempat bagi nyamuk demam berdarah untuk berkembang biak.

Tujuan dari digencarkannya menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air dan
mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia, karena nyamuk ini senang berkembang biak di air yang bersih.

"Jadi jangan salah kaprah, bila nyamuk ini senang berkembang biak di saluran air. Itulah yang salah, nyamuk demam berdarah ini sangat senang berkembang biak di air yang bersih dan tidak terkontaminasi langsung dengan tanah," ungkapnya.

Dari data yang ada di Dinkes Banyuasin, setidaknta di tahun 2023 lalu ada 157 kasus DBD di Kabupaten Banyuasin. Kecamatan Talang Kelapa, menjadi kecamatan yang paling mendominasi untuk kasus DBD.

Faktor banyak kasus DBD di Talang Kelapa pertama padatnya jumlah penduduk. Selain itu, banyaknya warga yang menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akan tetapi lupa menutup tempat penampungan tersebut.

"Kalau memang sering lupa menguras bak penampungan, masyarakat bisa datang ke puskesmas untuk meminta bubuk abate. Karena, tempat yang paling rawan akan perkembanngbiakan nyamuk deman berdarah itu ada di air bersih," pungkasnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved