Kecelakaan di Tol Palindra
Sosok Alex Kazjuda Korban Tewas Kecelakaan di Tol Palindra, Aktivis yang Kritis, Nyaleg Kedua Kali
Alex Kazjuda, korban tewas kecelakaan di Tol Palindra dikenal sebagai aktivis yang kritis selalu memperjuangkan aspirasi rakyat.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Alex Kazjuda, korban tewas dalam kecelakaan di Tol Palembang-Indralaya (Palindra) dikenal sebagai aktivis yang kritis selalu memperjuangkan aspirasi rakyat.
Alex, berusia 31 tahun merupakan putra daerah Ogan Ilir tepatnya asal Muara Kuang yang kini menetap di Palembang.
Menurut penuturan rekan korban, Alex dikenal aktivis yang kritis dan kerap memimpin rekan-rekannya sesama aktivis dalam menyuarakan pendapat di muka umum.
"Almarhum gabung LSM dan sampai akhirnya nyaleg," kata Ahmad, rekan korban, Sabtu (6/1/2024).
Pertama kali mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD Ogan Ilir dari Partai Amanat Nasional (PAN), namun Alex tak terpilih.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan di Tol Palindra Tewaskan Alex Kazjuda Caleg DPP Dapil OI, Ban Belakang Bocor
Pada Pemilu 2024, Alex kembali mencalonkan diri dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil IV Ogan Ilir.
"Nyalon nomor urut 2 untuk Dapil IV wilayah Muara Kuang, Rambang Kuang dan Lubuk Keliat," terang Ahmad.
Semasa hidup, Alex dikenal pribadi yang baik dan mudah bergaul sehingga karakter itulah yang membuatnya dikenal.
"Almarhum orangnya sangat care (peduli) dengan sesama. Semoga almarhum husnul khatimah," ucap Ahmad.
Terkait kecelakaan maut yang menewaskan Alex, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kasat Lantas Polres Ogan Ilir AKP Nofrizal Dwiyanto mengatakan, kecelakaan tunggal tersebut terjadi di kilometer 16+500 Tol Palembang-Indralaya (Palindra) pada Sabtu (6/1/2024) petang sekira pukul 15.00.
"Korban diketahui bernama Alex Kazjuda (31 tahun), warga Karya Jaya, Palembang," kata Nofrizal dihubungi via telepon.
Saat melintas di TKP, korban yang seorang diri mengemudikan mobil Mitsubishi Pajero putih dengan plat nomor BG 1840 LO itu diduga tak dapat menguasai kendaraan.
"Hingga terjadi kecelakaan tunggal dan korban mengalami luka berat di beberapa bagian tubuhnya," terang Nofrizal.
Jasad korban lalu dibawa ke RSUD Ogan Ilir di Tanjung Senai, Indralaya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.