Berita Lubuklinggau

Sopir Truk Pengangkut Batu Bara Meninggal saat Mengemudi di Lubuklinggau, Tiba-tiba Mobil Berhenti

Berdasarkan keterangan rekan korban EN (56) mengaku mereka berangkat dari Solok, Sumatera Barat secara konvoi hendak menuju Kabupaten Muara Enim Sumse

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Tim Inafis Polres Lubuklinggau saat melakukan olah TKP korban sopir truk meninggal tak jauh dari jembatan Simpamg Periuk di ruas jalan propinsi yang terletak diperbatasan Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau, Rabu (3/1/2024) malam. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Seorang sopir truk pengangkut batu bara ditemukan meninggal dunia saat mengemudi di jalan raya Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Sopir truk tersebut ditemukan sudah tak bernyawa tak jauh dari jembatan Simpamg Periuk di ruas jalan propinsi yang terletak di perbatasan Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau, Rabu (3/1/2024) malam.

Saat ditemukan sopir truk yang diketahui bernama Fransiosi Yonara (55) warga Tanjung Gadang Sumatera Barat ini dalam kondisi sudah meninggal dunia sekira pukul 19.30 Wib.

Baca juga: Libur Tahun Baru 2024, Objek Wisata Bendungan Watervang Lubuklinggau Ramai Dikunjungi

Berdasarkan keterangan rekan korban EN (56) mengaku mereka berangkat dari Solok, Sumatera Barat secara konvoi hendak menuju Kabupaten Muara Enim Sumsel untuk mengambil batu bara.

"Rencananya kami mau mengambil batu bara di Muara Enim untuk dibawa ke Padang (Solok), " ujarnya saat memberikan keterangan pada polisi yang melakukan penyelidikan di lapangan.

Saat dalam perjalanan ketika sampai di Lubuklinggau ia terkejut melihat mobil korban berhenti secara mendadak.

"Karena penasaran saya dahului dan parkir di depan mobilnya," tambahnya.

Baca juga: Suara Batuk Tidak Terdengar, Pria 27 Tahun di Lubuklinggau Ditemukan Meninggal Di Kontrakan

Karena penasaran ia mendekati mobil korban, dan membuka pintu mobil, namun saat pintu terbuka korban sudah tersender seperti orang pingsan.

EN pun langsung mengerem tangan mobil korban supaya tidak mundur, mengingat posisi korban berhenti di sedikit tanjakan.

"Karena panik saya langsung meminta tolong kepada warga untuk membantu dan untuk menghubungi polisi," ungkapnya.

Kapolsek Lubuklinggau AKP Nyoman melalui Kanit Reskrim Aiptu Hari Ardiansyah menyampaikan saat kasus tersebut masih ditangani oleh anggota.

"Masih dalam penyelidikan, karena kita masih meminta keterangan pada teman-teman korban," ujarnya. (Joy)

Baca berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved