Berita Lubuklinggau

Suara Batuk Tidak Terdengar, Pria 27 Tahun di Lubuklinggau Ditemukan Meninggal Di Kontrakan

Suara batuk tidak terdengar, Alam Bintaro warga Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) ditemukan meninggal di rumah kontrakan.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
GRAFIS TRIBUN SUMSEL
Suara batuk tidak terdengar, Alam Bintaro pria 27 tahun warga Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) ditemukan meninggal di rumah kontrakan. Gambar ilustrasi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Suara batuk tidak terdengar, Alam Bintaro warga Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) ditemukan meninggal di rumah kontrakan.

Pria berusia 27 tahun ini ditemukan meninggal dunia dikontrakannya di Lorong Bangunan Jalan SMP N 7 Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Saat ditemukan kondisi Alam sudah membusuk dalam posisi tidur pada Selasa (2/12/2023) pagi sekira pukul 08.00 Wib.

Hermanto tetangga korban mengatakan penemuan mayat bermula karena merasa curiga sudah dua hari ini tidak mendengar batuk Alam Bintaro.

"Biasanya setiap pulang kerja (malam) terdengar suara batuk-batuk, sudah dua malam ini tidak tedengar suaranya," ungkap Manto pada wartawan.

Baca juga: Teror Buaya di Muara Padang Banyuasin, Terlihat di Muara Sungai, Diduga Lebih Dari 1 Ekor

Karena curiga Selasa pagi Manto mendatangi kosan Alam dan memanggilnya beberapa kali, namun, tidak ada jawaban dari dalam kosan.

Akhirnya Manto mengetuk pintu dari belakang, tak ada jawaban, karena semakin penasaran akhirnya Manto mendorong pintu depan.

"Ketika saya dorong pintu terbuka tidak terkunci, saya lihat sudah meninggal dunia dalam posisi tidur, saya langsung suruh istri panggil pak RT," ujarnya.

Selanjutnya, pak RT memanggil pihak kepolisian dan tak lama berselang polisi datang langsung ramai, jenazah korban dibawa ke rumah sakit.

"Jenazahnya dibawa ke rumah sakit, kemungkinan akan langsung dimakamkan karena saya lihat keluarganya di Lubuk Aman sudah siap-siap," paparnya.

Manto menjelaskan korban tinggal di kosan itu sudah enam bulan terakhir dan mempunyai usaha jual beli ikan cupang.

Namun, sejak tiga bulan terakhir korban tidak pernah berjualan lagi, karena menderita sakit TBC.

"Kesehariannya selama ini jualan ikan cupang di acara hajatan, tapi karena sakit tidak pernah berjualan lagi," ujarnya.

Lanjutnya, sejak korban tidak berjualan lagi karena sakit, makan dan minum korban setiap hari diantar oleh kakaknya yang tinggal di Lubuk Aman.

"Sejak dak jualan lagi untuk makan minum korban diantar oleh kakaknya itu," paparnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved