Arti Kata Bahasa Arab

Arti Bima Kanu Yaksibun Bacaan Surat Yasin ayat 65, Bersaksi Tangan & Kaki Apa yang Dulu Dikerjakan

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka & berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu dikerjakan

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
Arti Bima Kanu Yaksibun, Kutipan Surat Yasin ayat 65, bersaksi tangan dan kaki terhadap apa yang dahulu kamu usahakan. 

TRIBUNSUMSEL.COM ---- Arti Bima Kanu Yaksibun, Kutipan Surat Yasin ayat 65, bersaksi tangan dan kaki terhadap apa yang dahulu kamu usahakan.


Lafadz bimaa kanu yaksibun adalah kutipan dari surat Yasin ayat 65.

Surat Yasin adalah surat urutan ke 36 di dalam di dalam Alquran terdiri dari 83 ayat.
Surat Yasin termasuk ke dalam golongan surat makkiyah yakni surat-surat yang diturunkan di kota Mekah.

Surat Yasin adalah surat ke di dalam Alquran yang disebut sebagi jantungnya Alquran. Banyak keistimewaan dari surat Yasin di antaranya adalah dapat mempermudah berbagai persoalan hidup dan pengingat kita dalam kehidupan setelah kematian.

Berikut bacaan surat Yasin ayat 65

Surat Yasin Ayat 65:

ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Arab-Latin:
Al-yauma nakhtimu 'alā afwāhihim wa tukallimunā aidīhim wa tasy-hadu arjuluhum bimā kānụ yaksibụn

Artinya:
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

Didapatkan kumpulan penafsiran dari para ulama mengenai makna surat Yasin ayat 65, sebagiannya seperti berikut, dikutip dari tafsirweb.com.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Pada hari itu Kami mengunci mulut orang-orang kafir sehingga mereka tidak berkata-kata dan tangan-tangan merekalah yang berbicara kepada kami tentang apa yang dilakukannya, kaki-kaki mereka bersaksi dengan apa yang diusahakannya di dunia dan apa yang diusahakannya berupa dosa-dosa.


Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

65. Pada hari ini, Kami menutup mulut mereka rapat-rapat, sehingga mereka menjadi bisu tidak berbicara untuk mengingkari kekufuran dan kemaksiatan yang mereka kerjakan di dunia, dan Kami menjadikan tangan mereka berbicara menyampaikan apa yang dilakukannya di dunia, lalu kaki mereka memberikan kesaksian atas apa yang mereka lakukan berupa kemaksiatan dan ia berjalan kepadanya.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved