Akses Jalan Ditutup Pemilik Tanah

5 Rumah Warga Terancam Terisolir Imbas Akses Jalan Ditutup Tetangga, Pemkot Palembang Turun Tangan

Kisruh lima rumah warga terancam terisolir imbas akses jalan yang ditutup tetangga membuat Pemkot Palembang harus turun tangan, Selasa (12/12/2023). 

Tayang:
TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAD KURNIAWAN/SRIPOKU/REIGAN
Pemkot Palembang mengecek langsung lokasi jalan yang ditutup hingga mengakibatkan 5 rumah warga terancam terisolir, Selasa (12/12/2023) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Kisruh lima rumah warga terancam terisolir imbas akses jalan yang ditutup tetangga membuat Pemkot Palembang harus turun tangan, Selasa (12/12/2023). 

Akses jalan ditutup tetangga ini terjadi di lorong Buay Pemuka Kelurahan Sekip Jaya Kecamatan Kemuning, Palembang. 

Pemerintah Kota Palembang melalui Asisten II Ahmad Zulinto meninjau lokasi yang menjadi persoalan akses jalan tersebut. 

Setelah cek langsung lokasi, ternyata ada sekira lima Kepala Keluarga yang aksesnya ditutup oleh warga pemilik rumah yang memang kondisinya berada di dalam pagar.

Dijelaskan, sementara akses lain tidak ada, hanya ada jalan setapak yang juga masuk ke halaman rumah warga yang berada di RT sebelahnya.

"Selama ini, kan digunakan warga jaman orangtuanya masih hidup. Sekarang dengan alasan keperluan untuk dijual, Jadi ditutup. Dan akses tidak ada lagi. Nah kita dari Pemda Kota Palembang mencoba memfasilitasi ini. Kita sudah komunikasi dengan yang punya rumah untuk mencoba lagi melakukan pendekatan," ungkap Zulinto, Selasa.

Baca juga: Rekomendasi Lokasi Favorit Malam Tahun Baru di Pagar Alam, Kebun Raya Dempo Bisa Jadi Tujuan

Tanah ini merupakan tanah milik pribadi, sehingga nantinya akan dicarikan solusi lain apakah nanti bisa dihibahkan atau bisa dijual kepada warga yang berada di belakang rumahnya.

"Kita coba lagi melakukan pendekatan. Dengan melihat kondisi tetangga yang berada dibelakangnya, yang punya lahan atau bisa menghibahkan atau menjual tanahnya sedikit untuk akses jalan warga. Kita akan mediasi melakukan pendekatan lagi. Semoga dalam beberapa hari kedepan akan ada hasilnya," katanya.

"Saya yakin, nanti setelah kita bertemu mediasi, dengan melihat kondisi hatinya yang punya lahan akan tersentuh hatinya, karena akan menghambat aktivitas warga lainnya," 

Sementara, Aji warga setempat menuturkan akses ditutup pagar kawat berduri ini telah terjadi sejak sepekan terakhir.

Biasanya yang keseharian bisa menggunakan mobil, namun sementara ini akses untuk pejalan kaki juga ditutup.

"Jelas terhambat. Sebelumnya kami sudah mengalah dan berharap bisa negosiasi untuk membeli lahan meskipun hanya untuk akses pejalan kaki. Apabila, kami umat kristiani akan menghadapi Hari besar, pasti akan banyak keluarga yang akan silaturahmi," ujarnya.

"Kami sudah ada upaya, bahkan orangtua kami juga sudah menghadap yang punya lahan, namun enggan memberikan lahan dengan alasan pembeli tidak mau. Kami kedepan sangat mengharapkan adanya solusi," ujarnya.

Dia menjelaskan, jalan ini sudah dipakai warga selama puluhan tahun. Namun, kini mereka kebingungan ketika jalan tersebut ditutup pagar kawat berduri.

"Puluhan tahun kami melewati jalan ini. Memang jalan ini punya keluarga Sitorus, namun sejak tanah dan bangunan ini hendak dijual jalan ini minta ditutup oleh calon pembelinya, sedangkan kami tak bisa keluar kecuali melalui jalan tersebut," lanjutnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved