Gunung Marapi Erupsi

Begini Cara Zhafirah Kirim Video Terjebak Erupsi Gunung Marapi, Pakai HP Adnan Korban Meninggal

Rani Radelani, tante dari Zhafirah Zahrim pendaki yang selamat dari peristiwa gunung Marapi mengurai cerita saat tahu keponakannya terkena erupsi.

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Youtube Trans TV/tribunpadang.com
Rani Radelani (kanan), tante dari Zhafirah Zahrim pendaki yang selamat dari peristiwa gunung Marapi mengurai cerita saat tahu keponakannya terkena erupsi. 

TRIBUNSUMSEL.COM- Rani Radelani, tante dari Zhafirah Zahrim, pendaki yang selamat dari peristiwa Gunung Marapi mengurai cerita saat tahu keponakannya terkena erupsi.

Zhafirah Zahrim Febrina merupakan pendaki wanita yang sempat mengirimkan video sesaat setelah terkena erupsi gunung Marapi hingga wajahnya penuh abu vulkanik.

Pasca video pesannya viral sesaat setelah erupsi untuk meminta pertolongan, kini sosok Zhafirah Zahrim masih menjadi sorotan.

Kini, tante Zhafirah dan putranya muncul mengungkapkan kejadian saat sang keponakan mengirimkan kabar dirinya terjebak Gunung Marapi.

Baca juga: Cerita Pilu di Balik Zhafirah Pendaki yang Terjebak Erupsi Gunung Marapi, Baru Pertama Kali Mendaki

Rani menyebut pendakian gunung ini merupakan pengalaman pertama bagi Zhafirah.

Sebelumnya, ia pernah trekking, namun tak pernah ke gunung.

"Ini pendakian yang pertama," kata Rani Radelani, tante dari Zhafirah, dilansir dari acara tv FYP Trans 7, Jumat (8/12/2023).

Saat itu, mahasiswa yang akrap disapa Ife ini sempat mengajak sepupunya untuk mendaki lantaran sudah mendapat izin dari ayahnya.

"Karena kebetulan saya mendapat banyak tugas pada saat itu, jadi saya menolak jadi saya lanjut buat tugas," kata Iksan, sepupu Zhafirah.

"Dari 14 cuma delapan yang selamat, dan empat teman-teman saya sudah dinyatakan meninggal dunia," sambungnya.

Baca juga: Viral Momen Zhafirah Zahrim Diselamatkan Usai Terjebak Gunung Marapi Erupsi, Digendong TNI

Mata Rani Radelani pun berkaca-kaca saat menceritakan kronologis keponakannya saat pertama kali mengabarkan orang tuanya terjebak.

Zhafirah mengaku saat itu dirinya sudah tak berdaya merasa kedinginan dan kehausan di atas puncak.

"Jadi waktu awal itu yang dihubungi Ife itu adalah ayahnya, kebetulan saya ada di rumah, pasti ayahnya panik anaknya nelpon dari telepon lain 'ini siapa' 'ini Ife yah, Ife diatas', 'yaudah Ife harus kuat, Ife harus berani', terus katanya 'Ife gak kuat ya dingin, haus', ayahnya berangkat, saya yang pegang hp," terang Rani Radelani.

Beginikondisi terkini Zhafirah Zahrim Febrina (18) mahasiswi Politeknik Negeri Padang (PNP), korban selamat dari erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat
Beginikondisi terkini Zhafirah Zahrim Febrina (18) mahasiswi Politeknik Negeri Padang (PNP), korban selamat dari erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat (ig/memomedsos_official/Tiktok/arisuakaa)

Sang tante kemudian menyarankan Zhafirah mengirimkan video dari hp temannya tersebut, guna mempermudah pencarian Basarnas.

"Itu baru telepon belum ngirim video, terus Ife sama ibu, ayah berangkat ke atas, ini urusannay dengan saya 'Fe, Ife harus kuat, ini ada ibu, bantu ibu kirimkan sharelock Ife, kalau video call kan jaringannya enggak bagus, susah, jadi ibu suruh video, ibu tahu kondisi Ife," sambungnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved