Arti Kata Bahasa Arab

Arti Allah Ya Latif, Dzikir dengan Asmaul Husna untuk Melembutkan Hati, Tata Cara Doa dan Amalan

Dengan mengingat kematian akan membuat hati kita menjadi lebih lembut. Kita bisa mengunjungi makam keluarga atau tokoh agama terdahulu dan mengirimnya

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
Grafis MG Tribunsumsel.com/Dimas/Rafli
Arti Allah Ya Latif, Dzikir dengan Asmaul Husna untuk Melembutkan Hati, Tata Cara Doa dan Amalan. 


Membaca Ya Lathifu sebanyak 129 x setelah sholat maghrib dan shubuh.

Membaca Q.S. Asy-Syuaro :19 sebanyak 7x

بسم الله الرحمن الرحيم
. الله لطيف بعباده يرزق من يشاء وهو القوي العزيز

Bismillahirrahmaanirrahiim
Allahu latiifun bi’ibaadihii yarzuqu may yasyaa’u wahuwal qowiyyul’aziz

Membaca Doa sebanyak 7x


اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِىْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَمَشَقَّةٍ وَلاَضَيْرٍ وَلاَنَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

Allahumma inni as-aluka an tarzuqonii rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin walaa masyaqqotin walaa dhoirin walaa nashobin innaka ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya :

“Ya Allah, aku minta pada Engkau agar melimpahiku rizki yang halal, luas, dan baik tanpa kesusahan, tanpa kemelaratan dan tanpa kepayahan. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

Amalan dan Tips Melembutkan Hati

1. Ingatlah kematian

Dengan mengingat kematian, akan membuat hati kita menjadi lebih lembut. Kita bisa mengunjungi makam keluarga atau tokoh agama terdahulu dan mengirimnya doa.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imran:185].

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved