Hari Guru Nasional 2023

7 Contoh Cerpen Guru Paling Inspiratif dan Penuh Makna, Bisa Jadi Referensi Tugas Sekolah SD/SMP/SMA

Bagi Anda yang masih kesulitan dalam merangkai kata untuk membuat cerpen bertemakan Guru, Berikut Tribunsumsel.com sajikan beberapa contoh cerpen bert

Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Abu Hurairah
Tribunsumsel.com
7 Contoh Cerpen Guru Paling Inspiratif dan Penuh Makna, Bisa Jadi Referensi Tugas Sekolah SD/SMP/SMA 

TRIBUNSUMSEL.COM - Dalam artikel kali ini akan menyajikan contoh cerpen bertemakan Guru yang singkat, insipiratif dan penuh makna untuk referensi tugas di sekolah tingkat SD/SMP/SMA.

Masih dalam suasana Hari Guru Nasional tahun 2023, cerpen atau cerita pendek kerap jadi pilihan tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa didiknya.

Bagi Anda yang masih kesulitan dalam merangkai kata untuk membuat cerpen bertemakan Guru, Berikut Tribunsumsel.com sajikan beberapa contoh cerpen bertemakan Guru yang bisa dijadikan referensi.

Kumpulan Cerpen Hari Guru Nasional 2023

1. Hargai Makanan dari Berbagai Daerah

SMA Cendekia merupakan sekolah yang kental dengan semangat keberagaman. Suasana kelas 11A pun tak kalah berwarna, berkat sentuhan magis seorang guru Bahasa Indonesia, Bu Rani. Hari Guru Nasional menjadi momen spesial di kelas ini.

Bu Rani, seorang guru yang penuh semangat dan cinta akan keberagaman, memiliki cara unik untuk mengajarkan pelajaran tentang toleransi dan keberagaman kepada siswanya. Sebagai rangkaian perayaan Hari Guru, Bu Rani memutuskan untuk membuat kegiatan khusus.

Setiap siswa diminta untuk membawa makanan khas daerah asalnya, untuk kemudian dibagi-bagikan dan dinikmati bersama. Pagi itu, aroma berbagai masakan khas Indonesia mengisi ruang kelas.

Baca juga: 12 Contoh Kalimat Minta Maaf Kepada Orang Tua, Gunakan Saat Peringatan Hari Ibu Nasional 2023

Dari rendang Padang hingga soto Betawi, semua ada di meja makan yang telah disiapkan di depan kelas. Siswa-siswa dengan bersemangat menceritakan asal-usul makanan yang mereka bawa. Inilah momen kebersamaan yang membawa mereka lebih dekat.

Bu Rani, dengan senyum yang tak pernah pudar, memberikan pengantar singkat tentang keberagaman. "Setiap makanan punya cerita dan sejarahnya sendiri. Seperti halnya kita, meski berbeda latar belakang, kita bisa bersatu dalam keberagaman ini," ucapnya sambil menatap antusiasme siswa.

Selama proses makan bersama, Bu Rani pun tak ketinggalan memasukkan pelajaran keberagaman dalam setiap kata-katanya. "Ketika kita menghargai makanan dari berbagai daerah, kita juga belajar menghargai perbedaan dan keunikannya. Begitu juga dalam kehidupan, kita harus saling menghormati, karena setiap orang punya cerita dan nilai yang berbeda."

Baca juga: Hari Guru Nasional 2023, Pj Bupati OKU Teddy Meilwansyah Potong Tumpeng Disaksikan 4.000 Guru

2. Pak Budi Guru yang Sabar

Pak Budi adalah seorang guru yang sangat sabar. Dia mengajar kelas 6 di sebuah SD di desa terpencil. Murid-murid di kelasnya berasal dari berbagai latar belakang keluarga. Bahkan, ada beberapa murid yang memiliki kesulitan dalam belajar.

Selama mengajar, Pak Budi tidak pernah menyerah pada murid-muridnya. Dia selalu berusaha mencari cara yang terbaik untuk membantu mereka belajar. Dia juga sering memberikan motivasi kepada mereka untuk tidak mudah menyerah.

“Ingat, kejarlah ilmu sampai ke negeri China. Jangan mudah menyerah mengejar cita-cita,” ujar kata-kata Pak Budi yang selalu kuingat.

Suatu hari, ada seorang murid bernama Joni yang sangat sulit dalam belajar bahasa Inggris. Joni sering tidak mengerjakan tugas dan nilainya selalu jelek. Pak Budi sudah mencoba berbagai cara untuk membantunya, tetapi Joni tetap saja tidak menunjukkan kemajuan.

Kendati demikian, Pak Budi tidak putus asa. Dia terus membimbing Joni dengan sabar. Dia juga sering memberikan Joni tugas tambahan yang lebih mudah agar bisa menguasai materi bahasa Inggris secara bertahap.

“Selama kamu belajar dengan tekun, Insya Allah kamu bisa menyelesaikannya dengan baik,” kata Pak Budi pada Joni.

Akhirnya, setelah beberapa bulan berusaha, Joni mulai menunjukkan kemajuan. Dia mulai mengerjakan tugas dan nilainya pun membaik. Pak Budi sangat senang melihat kemajuan Joni. Dia terus memotivasi Joni untuk terus belajar dan berusaha.

Di akhir tahun ajaran, Joni berhasil mendapatkan nilai yang baik dalam pelajaran bahasa Inggris. Dia sangat senang dan berterima kasih kepada Pak Budi karena telah membantunya belajar.

Pak Budi adalah seorang guru yang sangat sabar dan telaten. Dia selalu berusaha yang terbaik untuk membantu murid-muridnya belajar.

Beberapa tahun setelah kelulusan, Joni melanjutkan studi ke luar negeri tepatnya di Manchester. Mendengar kabar Joni telah sukses, Pak Budi terharu dan bangga kepadanya.

Baca juga: 20 Long Text Hari Guru 2023 untuk Wali Kelas Singkat dan Menyentuh Hati, Bentuk Apresiasi Jasa Guru

3. Guru Favorite

Pada suatu hari, di kelasku diadakan pemilihan suara mengenai guru terfavorit. Tujuannya untuk memberikan penghargaan dan apresiasi pada semua guru di sekolah.

Salah satu kandidatnya adalah guru bahasa Indonesia bernama Bu Ajeng. Dia merupakan guru muda dengan status honorer.

Selaku ketua kelas, saya meminta teman-teman menuliskan nama guru favorit. Hasilnya, nama Bu Ajeng keluar sebagai guru terfavorit.

Saya dan teman-teman ternyata kompak memilih Bu Ajeng sebagai guru favorit karena dia sangat ramah, baik, dan penuh kesabaran.

Meskipun berstatus honorer, Bu Ajeng tetap semangat dalam membimbing kami semua. Kami pun memberikan kado spesial pada Bu Ajeng berupa jam tangan cantik. Dia pun sangat senang menerima kado tersebut.

4. Guruku Pahlawanku

Nama saya Azka, seorang pelajar SMA di sebuah kota besar. Saya memiliki seorang guru yang sangat berjasa dalam hidup saya, namanya Pak Emier. Pak Emier adalah guru Fisika di sekolah saya.

Saya dulu adalah seorang anak yang sangat pemalu dan pendiam. Saya selalu kesulitan untuk bersosialisasi dengan teman-teman. Saya juga sering merasa minder dan tidak percaya diri.

Namun, semua itu berubah ketika saya bertemu Pak Emier. Pak Emier adalah guru yang sangat sabar dan ramah. Dia selalu berusaha membuat saya merasa nyaman dan diterima. Dia juga sering memberikan motivasi kepada saya untuk menjadi diri sendiri.

Suatu hari, saya diundang untuk mengikuti lomba Fisika tingkat nasional. Saya sangat senang, tetapi juga merasa sangat nervous. Saya takut mengecewakan Pak Emier.

Pak Emier tahu bahwa saya sedang merasa nervous. Dia pun mengajak saya untuk berlatih bersama. Dia juga memberikan nasihat dan motivasi agar saya bisa tampil dengan baik.

Dengan bimbingan Pak Emier, saya berhasil tampil dengan baik di lomba Fisika tersebut. Saya bahkan berhasil meraih juara pertama!

Saya sangat bersyukur bisa memiliki guru yang seperti Pak Emier. Dia telah mengubah hidup saya menjadi lebih baik. Dia telah mengajarkan saya untuk menjadi orang yang percaya diri dan berani mengejar cita-cita.

Pak Emier adalah pahlawanku. Dia telah menjadi inspirasi bagi saya untuk menjadi orang yang lebih baik. Saya akan selalu mengingat jasa-jasanya.

5. Pasti Bisa

Aku bernama Diandra aku memiliki cita-cita yaitu menjadi seorang dokter. Aku sadar bahwa aku bukanlah keturunan orang yang kaya raya namun aku bertekad untuk terus berusaha menggapai impianku itu.

Prestasi di kelasku cukup bagus aku selalu mendapatka peringkat pertama juara kelas belum ada yang bisa mengalahkan prestasiku ini.

Kegemaranku yang selalu berada di perpustakaan selalu membuat aku dijuluki si kutu buku. Karena disanalah aku akan mudah dicari.

Namun ketika aku lulus aku belum memiliki biaya untuk melanjutkan kuliah sesuai dengan jurusan yang aku mau.

Di suatu hari aku melihat ada sebuah postingan seorang dokter anak bernama Vindy Ruslianti menjadi dokter itu mudah syaratnya Cuma satu yaitu harus Pintar dan Pintar banget.

Sekarang banyak perkuliahan kedokteran yang dikhususkan untuk anak-anak yang cerdas dari golongan menengah kebawah.

Aku coba mengikuti tes yang di share oleh dokter tersebut dan alhamdulillah aku lolos dan di terima di fakultas kedokteran tersebut.

Setelah aku lulus aku akan membuka prkatek di kota tempat tinggalku yaitu Bandung.

Selagi ada kesempatan jangan ragu untuk mencoba kamu pasti bisa. Terus menjadi penyemangat diri sendiri karena dirimu akan berubah jika ada tekad dalam dirimu sendiri.

6. Guruku

Bu Aini adalah seorang guru di sebuah MA Swasta di di sebuah kota Bogor. Ia merupakan seorang guru yang ramah dan di cintai semua muridnya. Ia memiliki wajah yang cantik dan prilaku yang baik.

Usianya kini sudah mau jalan 27 tahun. Namun, belum juga menikah. Di hari guru ia merupakan guru yang paling banyak mendapatkan hadiah karena ia menjadi guru paporit di sekolah tersebut.

5 tahun telah berlalu setelah aku keluar dan lulus dari universitas kedokteran aku mengunjungi sekolah tersebut dan bertemu dangan Bu Aini yang kini telah menjadi janda. Dan rasa kagumku dari dulu tidak pernah berubah.

Dan suatu hari akulah yang menjadi pembimbing bu Aini. Ya, aku menikahinya. Dan ia menerima aku sebagai pendamping hidupnya.

Oh Guruku kau ku kagumi dan aku banggakan. Kisah kami tiada yang menyangka tapi itulah kebenarannya. Seperti novel muridku suamiku.

7. Jangan Menunda Pekerjaan Rumah

Aku bernama Yanto aku kelas tiga SMP. Hari ini pak Rizal merupakan guru biologi dan dia memberikan tugas untuk esok hari pada papan tulis. Setelah pak Rizal selesai mengajar ia kembali ke ruang guru.

Dan murid-murid mulai menyalin tugas yang harus di kerjakan besok. Ada 5 pertanyaan yang harus di jawab dan aku menganggap soal itu cukup mudah. Sehingga mungkin memerlukan 30 atau satu jam juga selesai.

Dan saat waktu pulang ada temanku yang mengajak main ke rumahnya. Dan akupun ikut pergi ke rumahny lalu kami bermain PS sampai jam 05.00 sore. Setelah sampai rumah aku bermalas- malasan di tempat tidur.

Sehingga aku tertidur sampai pukul 19.00. aku terperanjat dan teringat belum mengerjakan tugas. Dan aku mulai mengerjakan setelah menelaah soalnya aku tidak bisa menemukan jawaban dalam waktu satu jam yang perkirakan tadi.

Soalnya cukup sulit sehingga sekarang jam sepuluh aku baru menyelesaikan 2 soal saya. Dan karena mengantuk aku mengakhiri tugasku dan tertidur. Pagi hari aku bangun telat karena tidur terlalu larut.

Aku pikir nanti di sekolah aku bisa mengerjakan soal lainnya. Setelah di sekolah hanya tersisa lima belas menit lagi dan bel pun berbunyi. Dan sudahlah aku tidak bisa mengerjakan soal tersebut.

Aku di tegur pak Rizal karena hanya aku yang tak selesai mengerjakan tugas dan di hukum berdiri di depan kelas sampai pelajaran selesai sebagai pelajaran kalau ada tugas janganlah di tunda selagi ada waktu lebih baik kerjakan sekarang.

**

Temukan berita dan artikel menarik lainnya di google news.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved