Berita Palembang

Pemotor Naik Trotoar Melawan Arus di Jalan Soekarno Hatta, Terjadi Pagi dan Sore Hari

Puluhan pengendara sepeda motor naik trotoar melawan arus saat mereka melintas di Jalan Soekarno Hatta. Kondisi terjadi pagi dan sore hari.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Puluhan pengendara sepeda motor naik trotoar melawan arus saat mereka melintas di Jalan Soekarno Hatta. Kondisi terjadi pagi dan sore hari, Senin (27/11/2023). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Puluhan pengendara sepeda motor melanggar lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta, Palembang, Senin (27/11/2023) pagi.

Jenis pelanggaran yang sangat mudah terlihat adalah pemotor naik trotoar melawan arus saat mereka melintas di Jalan Soekarno Hatta

Kondisi ini menurut keterangan sejumlah warga sering terjadi saat pagi dan sore hari ketika warga berangkat dan pulang kerja atau pulang kantor.

Pantauan Tribunsumsel.com di sepanjang jalan mulai pukul 10:00 WIB hingga pukul 10:30 WIB, pengendara yang melawan arah adalah yang berada di jalur Simpang Macan Lindungan mengarah ke Simpang Pallem.

Dalam setengah jam sekitar 22 pengendara motor yang nekat melawan arus serta melintas di trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Pemandangan seperti ini sering terlihat di Jalan Soekarno Hatta baik pagi, siang, maupun sore.

Beberapa pejalan kaki mengaku merasa terganggu dengan pengendara sepeda motor yang melintas di trotoar dan melawan arus.

"Kebetulan saya pendatang, kalau merasa terganggu ya terganggu sih. Soalnya kadang kaget tiba-tiba ada motor di belakang, kita kan gak nengok ke belakang. Dikasih klankson kadang-kadang kaget juga, " ungkap Dandi (37), seorang warga Jakarta yang sedang berjalan kaki.

Baca juga: Diat Pacar Mahasiswi Unsri Meninggal Aborsi Resmi Jadi Tersangka, Bakal Dijerat UU Kesehatan

Menurutnya di kawasan Jalan Soekarno-Hatta masih sering yang melawan arus dan nekat naik trotoar karena jarak antara tempat putar arah yang jauh.

Sehingga membuat pengendara motor nekat melawan arus.

"Arah sini lumayan sulit untuk mutar balik, harus ke ujung dulu. Bagusnya sih dibuat tempat putar arah lagi yang jaraknya tidak terlalu jauh, " katanya.

Yasir warga sekitar yang sedang berjalan kaki juga mengungkapkan hal yang sama, menurutnya ketika memasuki waktu pagi dan sore sering ada pengendara motor yang melawan arah serta naik trotoar.

"Banyak kalau di sini sering keliatan yang naik trotoar. Ada yang nanti masuk ke Jalan Tanjung Barangan tujuannya, dan ke toko atau ruko karena di sini putarannya jauh. Terganggu ya agak terganggu, pejalan kaki saja yang mesti sesekali lihat belakang, " katanya.

Baca berita lainnya  langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved