Berita Banyuasin
Kabut Asap Kembali Pekat di Banyuasin, Kasus ISPA Diprediksi Meningkat
Kembali pekatnya kabut asap Dinkes Banyuasin diprediksi akan meningkatkan kasus ISPA di Banyuasin.
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Beberapa hari hujan, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah Kabupaten Banyuasin mengalami penurunan drastis.
Namun, kembali pekatnya kabut asap Dinkes Banyuasin diprediksi akan meningkatkan kasus ISPA di Banyuasin.
Hal ini, diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banyuasin Dr dr Rini Pratiwi didampingi Kabid P2P Hj Eni Diana Amkeb SKM, Senin (30/10/2023).
Terpantau, dari tanggal 28 hingga 29 Oktober total kasus ISPA mengalami penurunan dengan total 196 kasus.
"Dengan pantauan beberapa hari ini kembali mulai pekat, kami prediksi kasus ISPA di Banyuasin bisa mengalami peningkatan. Memang hingga tanggal 29 Oktober, kasus ISPA mengalami penurunan lantaran dampak turunnya hujan," katanya.
Lanjutnya, seperti terjadi di bulan September sebanyak 3.514 kasus ISPA terjadi. Hal yang paling mendukung warga yang terangkat ISPA karena terdapat kabut asap sehingga kualitas udara tidak baik.
Baca juga: Polisi Bongkar Penimbunan BBM Bersubsidi di Musi Rawas, Buru Pemilik 6 Mobil Pengangkut
Kembali tebalnya kabut asap, Dinkes Banyuasin mengharapkan masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan. Karena, dampak kabutasap ini terutama untuk anak-anak dan juga lansia bisa cepat sekali bereaksi.
"Untuk sekolah, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Sehingga Dinas Pendidikan bisa menyesuaikan jam masuk sekolah. Tujuannya, agar tidak cepat terdapat kabut asap yang mulai kembali tebal," jelasnya.
Masyarakat harus mengetahui gejala bila mulai terkena ISPA, misalnya mulai mengalami flu biasa, influenza, sinus, batuk dan radang tenggorokan. Kami himbau, bila sudah mulai seperti ini lebih baik ke puskesmas.
ISPA yang merupakan penyakit menular dan rentan mengenai anak-anak, dimana imunitas mereka memang masih dalam perkembangan. Selain itu, penyakit ISPA juga banyak terjadi pada lansia yang biasanya telah mengalami penurunan kekebalan tubuh.
Dari itulah, Dinkes Banyuasin mengharapkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan diri hingga lingkungan. Bila sudah ada gejala batuk, pilek dan badan merasa tak sehat lebih baik ke puskesmas untuk pengobatan sejak dini.
Baca berita lainnya langsung dari google news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Kabut-asap-kembali-pekat-di-Banyuasin.jpg)