Berita Prabumulih
Dampak Karhutla, Penderita ISPA di Prabumulih Tambah 80 Pasien Tiap Hari di Puskesmas
Akibat karhutla, warga terserang ISPA di Kota Prabumulih mengalami peningkatan 70-80 pasien setiap hari di 9 Puskesmas.
Penulis: Edison | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi, warga yang terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Prabumulih mengalami peningkatan di 9 puskesmas di kota Prabumulih.
Sesuai data dari Dinas Kesehatan kota Prabumulih peningkatan pasien mencapai di angka 70 hingga 80 pasien dari seluruh Puskesmas.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih, dr Hesty Widyaningsih dibincangi di kantor DPRD Kota Prabumulih, Rabu (25/10/2023).
"Kasus ISPA ada peningkatan namun belum masuk kategori peningkatan signifikan karena tidak dua kali lipat," ungkap Hesty.
Hesty mengungkapkan masuk dalam kategori peningkatan signifikan yakni kejadian luar biasa atau wabah yang mengalami kenaikan dua kali lipat.
"Kalau sesuai data kasus harian masih di kisaran 70-80 penderita ISPA sesuai didapat dari 9 Puskesmas yang ada di kota Prabumulih," bebernya.
Baca juga: Presiden Jokowi Batal Kunjungan ke Prabumulih, Resmikan Tol Indraprabu di Indralaya
Ditanya tentang usia tekena ISPA, ibu berhijab yang pernah menjabat Direktur RSUD Prabumulih itu mengaku untuk yang rentan tekena adalah pada balita dan lansia.
"Rentan usia terkena ISPA berada di usia 1 tahun sampai 5 tahun, kita akan terus pantau ISPA yang ada di kota Prabumulih" katanya.
Hesty meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah dan jika memang terpaksa banyak melakukan aktivitas di luar rumah agar menggunakan masker. "Pencegahan perlu dilakukan bagi kelompok rentan, salah satunya menggunakan masker sehingga kesehatan terjaga," tuturnya.
Hesty menambahkan, saat ini kondisi lingkungan secara umum terkhusus untuk mereka yang rentan punya riwayat penyakit saluran pernafasan seperti Asma dan lainnya. "Untuk itulah perlu diantisipasi jangan banyak aktivitas di luar rumah," tambahnya.
Untuk diketahui, sejak beberapa bulan terakhir terjadi musim kemarau di kota Prabumulih yang mengakibatkan banyaknya lahan dan hutan terbakar. Kebakaran bahkan setiap harinya makin mengalami peningkatan, tidak hanya di kota Prabumulih namun juga di kabupaten tetangga. Hal itu menyebabkan udara menjadi banyak asap khususnya di pagi dan malam hari.
Baca berita lainnya langsung dari google news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Warga-terserang-ISPA-di-Kota-Prabumulih-mengalami-peningkatan-70-80-pasien.jpg)