Breaking News

Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Buku Ekonomi Kelas 11 SMA Halaman 72 Kurikulum Merdeka Semester 1, Kesenjangan Ekonomi

inilah kunci jawaban Ekonomi kelas 11 SMA/MA halaman 72 kurikulum Merdeka semseter 1 pembahasan Bab 2 bagian B kesenjangan ekonomi.

Tribunsumsel.com
Kunci Jawaban Buku Ekonomi Kelas 11 SMA Halaman 72 Kurikulum Merdeka Semester 1, Kesenjangan Ekonomi 

Terkait perubahan pendapatan dalam lima tahun terakhir, persepsi masyarakat mencerminkan ketimpangan ekonomi di Indonesia masih dalam.

Sebanyak 24 persen responden termiskin menilai pendapatannya jauh menurun.

Sebaliknya, 56 persen responden dari golongan terkaya merasa pendapatannya makin meningkat

Menurut Bank Dunia, ketimpangan ekonomi yang meningkat di Indonesia bukan karena memburuknya kondisi kemiskinan, namun melesatnya akumulasi kekayaan kelas atas.

Antara 2003 dan 2010, konsumsi tahunan per orang dari 10 persen individu terkaya tumbuh hingga 6 persen setelah disesuaikan dengan inflasi.

Namun konsumsi tahunan untuk 40 persen individu termiskin hanya tumbuh kurang dari 2 % , seperti yang tertulis dalam laporan A Perceived Divide: How Indonesians Perceive Inequality and What They Want Done About It.

Data Bank Dunia tentang konsentrasi kekayaan menunjukkan kondisi ketimpangan yang amat parah.

Indonesia menduduki peringkat ketiga terparah setelah Rusia dan Thailand.

Satu persen rumah tangga Indonesia menguasai 50,3 persen kekayaan nasional.

Semakin parah jika melihat penguasaan 10 persen terkaya yang menguasai 77 persen kekayaan nasional.

Jadi 90 persen penduduk sisanya hanya menikmati tidak sampai seperempat kekayaan nasional.

Bank Dunia mendapati dua faktor utama yang menurut masyarakat membuat seseorang menjadi kaya.

Pertama, karena faktor eksternal seperti latar belakang keluarga, koneksi, dan keberuntungan. Sebanyak 45 % responden yang menyatakannya.

Kedua, karena faktor internal seperti kerja keras. Sebanyak 46 % masyarakat yang menyatakannya.

Meski begitu ada 9 % responden yang menyatakan bahwa seseorang dapat menjadi kaya karena korupsi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved