Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Buku Ekonomi Kelas 11 SMA Halaman 72 Kurikulum Merdeka Semester 1, Kesenjangan Ekonomi

inilah kunci jawaban Ekonomi kelas 11 SMA/MA halaman 72 kurikulum Merdeka semseter 1 pembahasan Bab 2 bagian B kesenjangan ekonomi.

Tribunsumsel.com
Kunci Jawaban Buku Ekonomi Kelas 11 SMA Halaman 72 Kurikulum Merdeka Semester 1, Kesenjangan Ekonomi 

TRIBUNSUMSEL.COM - Perhatikan dengan saksama pembahasan kunci jawaban mapel Ekonomi kelas 11 SMA/MA halaman 72 kurikulum Merdeka, materi BAB 2 bagian B. Kesenjangan Ekonomi.

Sebelum menjawab soal Ekonomi yang terdapat di halaman 72 kurikulum merdeka, siswa harus membaca artikel berjudul "Empat Penyebab Ketimpangan di Indonesia Versi Bank Dunia" yang ada di halaman 71.

Kunci jawaban dalam artikel ini bisa digunakan siswa sebagai panduan belajar ketika menyelesaikan tugas Ekonomi halaman 72.

Dilansir dari Tribunpontianak.com, inilah kunci jawaban Ekonomi kelas 11 SMA/MA halaman 72 kurikulum Merdeka semseter 1 pembahasan Bab 2 bagian B kesenjangan ekonomi.

=================

Ekonomi Kelas 11 Halaman 72

PETUNJUK:

1) Kerjakanlah tugas dibawah ini secara berkelompok.
2) Diskusikan jawaban dengan kelompokmu.
3) Boleh mencari informasi di buku ajar yang tersedia atau mencari di situs BPS.
4) Setelah selesai, presentasikan diskusikan hasil pekerjaan kelompokmu dengan kelompok lain.

Berdasarkan artikel yang sudah kalian baca, jawablah pertanyaan di bawah ini!

Pertanyaan;

Pertanyaan mapel Ekonomi kelas 11 SMA halaman 72 kurikulum Merdeka
Pertanyaan mapel Ekonomi kelas 11 SMA halaman 72 kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban;

#1. Koefisien Gini adalah ukuran statistik yang menunjukkan distribusi pengeluaran per kapita penduduk suatu daerah. Koefisien Gini digunakan sebagai tolok ukur ketimpangan

Koefisien Gini bernilai 0 (nol) menunjukkan kesetaraan sempurna yang berarti seluruh penduduk memiliki pengeluaran per kapita yang sama.

Penyebab ketimpangan ekonomi diantaranya:

  • Pertama, ketimpangan peluang, yang tercermin pada nasib anak-anak dari keluarga miskin, yang terpengaruh oleh tempat mereka dilahirkan atau pendidikan orang tua mereka. Menurut Bank Dunia, awal yang tidak adil dapat menentukan kurangnya peluang bagi mereka selanjutnya.
  • Kedua, ketimpangan pasar tenaga kerja, dimana pekerja dengan keterampilan tinggi menerima gaji yang lebih besar, dan tenaga kerja lainnya hampir tidak memiliki peluang untuk mengembangkan keterampilan mereka. Hal ini mengakibatkan mereka terperangkap dalam pekerjaan informal dengan produktivitas rendah dan pemasukan yang kecil.
  • Ketiga, konsentrasi kekayaan, di mana kaum elit memiliki aset keuangan seperti properti atau saham, yang ikut mendorong ketimpangan saat ini dan masa depan.
  • Keempat, ketimpangan dalam menghadapi guncangan. Hal ini terlihat saat terjadi guncangan, dimana masyarakat miskin dan rentan akan lebih terkena dampak. Guncangan akan menurunkan kemampuan mereka untuk memperoleh pemasukan dan melakukan investasi kesehatan dan pendidikan

#2.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved