Berita OKI Mandira

Pemkab OKI dan Pangdam Tanggulangi Karhutla, Terjunkan 350 Personil BKO

Menurutnya pengerahan pasukan ke kabupaten OKI, bukan hanya dilakukan mereka. Namun sebelumnya sudah banyak juga anggota Polri yang diterjunkan.

Editor: Sri Hidayatun
winando/tribunsumsel.com
Personil TNI saat menunjukan teknik pemadaman dengan menyemprotkan cairan busa foam dan jelly ke rumput di halaman kantor Pemda Ogan Komering Ilir pada Rabu (11/10/2023) sore. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama forkopimda Provinsi Sumatera Selatan menggelar pengarahan pengendalian dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dikatakan Bupati OKI, H. Iskandar, SE menyampaikan dalam kurun 2,5 bulan belakang ini potensi karhutlah jadi perhatian serius untuk segera bisa dikendalikan. 

"Kabupaten Ogan Komering Ilir telah menetapkan Status Siaga Karhutlah sejak 23 Februari 2023. Karena meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan kita pemerintah daerah pertama yang menetapkan status tanggap darurat karhutla, yaitu pada tanggal 30 Agustus 2023," jelas Bupati OKI.

Disampaikan Iskandar, penetapan status tanggap darurat ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengendalikan karhutla dengan dukungan seluruh stakeholder terkait di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. 

Ditambahkan karhutlah ini tidak akan mampu diatasi secara orang perorang. 

"Kunci kita kompak, saling mengisi sesuai dengan peran masing-masing," imbuhnya.

Diwaktu bersamaan, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Yanuar Adil mengambil tindakan cepat dan akurat dengan menerjunkan 350 personil BKO (bawah kendali operasi) beserta peralatan lengkap.

Baca juga: Guna Meningkatkan PAD, Pemkab OKI Sisir Wajib Pajak Kelurahan dan Desa di Kecamatan Kayuagung

Baca juga: Pemkab OKI Bekali Kades Tata Kelola Keuangan Desa,Cegah Stunting dan Ketahanan Pangan.

"Seluruh personil berasal dari Provinsi Lampung dan baru dua minggu pulang tugas operasi dari Papua,"ujarnya.

"Karena sifatnya kontigensi maka kita panggil kembali untuk melaksanakan kegiatan penanggulangan karhutla di OKI  selama 30 hari kedepan," tuturnya.

Dikatakan lebih lanjut, pihaknya telah menyiapkan teknik baru dalam penanggulangan karhutla yaitu dengan cara penyemprotan cairan khusus yang dapat cepat memadamkan api.

"Tadi sudah kita lihat bersama bahwa anggota membuat cairan khusus bernama Nusantara berupa busa foam dan jelly. Kalau biasanya hanya air yang disemprotkan, nanti kita akan memadamkan api dengan menggunakan cairan khusus ini ke titik-titik api yang ada," ungkapnya.

Menurutnya pengerahan pasukan ke kabupaten OKI, bukan hanya dilakukan mereka. Namun sebelumnya sudah banyak juga anggota Polri yang diterjunkan.

"Sebenarnya beberapa waktu lalu anggota dari Polda Sumsel juga sudah banyak yang dikerahkan mulai dari Sabhara dan lainnya. Tetapi kita perlu tambahan personil supaya maksimal," tegas jendral bintang dua ini.

"Barusan kita juga dapat informasi, panglima TNI mendukung penambahan 3 pesawat untuk melaksanakan giat TMMC. Semoga besok sudah bisa digunakan khusus wilayah-wilayah rawan karhutla," tambahnya.

Dilokasi yang sama, Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni menerangkan kegiatan penanggulangan karhutla ini perlu dilakukan bersama-sama baik TNI, Polri, pemerintah, perusahaan dan masyarakat.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved