G30S PKI 2023
2 Contoh Teks Pidato Upacara Peringatan G30S PKI 2023, Singkat dan Penuh Makna
Berikut 2 contoh teks pidato amanat pembina upacara ketika memperingati G30S PKI yang bisa dijadikan referensi.
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Abu Hurairah
Sebuah tragedi memilukan yang dilakukan oleh sebuah gerakan yang menamakan diri Gerakan 30 September (G30S) yang dipimpin oleh Letkol Untung.
Beberapa jenderal dibunuh secara kejam dan sadis di luar batas-batas perikemanusiaan dan kemudian dimasukkan dalam sumur Lubang Buaya.
Saudara-saudara sekalian sebangsa dan setanah air yang berbahagia.
Peristiwa G30S secara khusus merujuk kepada gerakan sekelompok militer yang menculik dan membunuh sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat.
Sedangkan secara umum, peristiwa itu merupakan suatu upaya untuk méngganti ideologi Pancasila dan menggulingkan pemerintahan yang sah.
Peristiwa itu erat kaitannya dengan persaingan politik yang muncul pada masa Demokrasi Terpimpin 1959-1965.
Di tengah persaingan antara PKI dan Angkatan Darat tersebut, kesehatan Presiden Soekarno menurun.
Kesehatan Presiden yang diberitakan sekitar bulan Ju1i 1965 itu, memicu terjadinya ketegangan politik yang mencapai puncaknya pada tanggal 30 September 1965.
Pada malam hari tanggal 30 September 1965, sekelompok militer melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah perwira tinggi angkatan darat.
Kelompok itu menamakan diri sebagai Gerakan 30 September (G30S) di bawah pimpinan Letkol Untung, komandan Batalion I Cakrabirawa (pasukan khusus pengawal presiden).
Saat itu G30S menguasai dua sarana vital komunikasi, yaitu RRI pusat dan gedung PN Telekomunikasi.
Mélalui siaran radio, pelaku G30S menekankan bahwa G30S merupakan gerakan intern Angkatan Darat untuk menertibkan para anggota Dewan Jenderal yang bermaksud melakukan kudeta.
Saat itu juga, pembentukan Dewan Revolusi sekaligus demisioner Kabinet Dwikora diumumkan. P engumuman itu membingungkan masyarakat.
Sejumlah perwira tinggi menjadi korban penculikan G30S itu ialah Men/Pangad Letnan Jendral Ahmad Yani, Asisten I Men/Pangad Mayor Jendral S. Parman, Deputi II Men/Pangad Mayor Jendral R. Suprapto, Mayor Jendral MT. Haryono, Brigadir Jendral D.I. Panjaitan, dan Brigadir Jendral Sutoyo Siswomiharjo.
Akhirnya, pimpinan Angkatan Darat diambil alih oleh Panglima Kostrad Mayjen Soeharto, karena Men/Pangad Jendral Ahmad Yani belum diketahui nasibnya dan negara dalam keadaan gawat.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.