Heboh Bayi Tertukar di Bogor

Tangis Siti Mauliah Ngadu ke Dinsos, Ngaku Tersiksa Rindu Galuh Bayi yang Tertukar Bak Hilang Nyawa

Siti Mauliah, ibu bayi tertukar di Bogor tak kuasa menahan rindu dengan Galuh, anak kandung Dian. mengadu ke Dinas Sosial Kabupaten Bogor

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Tiktok/riaelsyaria
Siti Mauliah, ibu bayi tertukar di Bogor tak kuasa menahan rindu dengan Galuh, anak kandung Dian. mengadu ke Dinas Sosial Kabupaten Bogor 

TRIBUNSUMSEL.COM- Siti Mauliah, ibu bayi tertukar di Bogor tak kuasa menahan rindu dengan Galuh, anak kandung Dian.

Saat ini diketahui, Bayi diberi nama Muhammad Rangkuti Galuh tengah melakukan proses bonding dengan menginap di rumah orangtua kandungnya.

Meski Siti juga telah mendapatkan anak kandungnya, namun bayi yang ia rawat selama setahun lebih itu membuat dirinya kangen berat.

Siti Mauliah mengaku rasanya sangat berat jauh dari Galuh.

Baca juga: Siti Mauliah Nangis Berpisah Bayi Tertukar Dirawatnya Setahun, Selalu Teringat: Galuh Anak Menghibur

Sambil menggendong anak kandungnya, Siti Mauliah terpergok kerap menangisi anak kandung Dian Prihatini yang ia rawat selama setahun lebih.

"Saya tetep gak akan bisa lepas dari Galuh (anak Dian), walau udah dicoba juga sampai sekarang tetap gak bisa," kata Siti Mauliah.

Kerinduan terhadap bayi yang diasuhnya itu terus membuat Siti gunda gulana hingga mengadu ke Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

Siti Mauliah sampai berkonsultasi pada petugas Dinsos karena tak bisa merelakan anak asuhnya.

Padahal, satu tahun Siti Mauliah berusaha keras menemukan anak kandung, namun kini justru tak bisa merelakan anak asuhnya.

"Saya telepon Dinsos minta konsultasi karena saya saking gak kuatnya pengen bener-bener ketemu Galuh, kangen banget, gimana ini memecahkan saking kangennya sama Galuh. Dinsos datang nanti kami sampaikan keinginan ibu," ujarnya.

"Rasa kangennya gak terobati," tambah Siti Mauliah.

Baca juga: Viral Bocah 8 Tahun di Padang Tewas saat Ambil Air Wudu, Tertimpa Bangunan Roboh Ditabrak Anak SMP

Rasa rindu itu menyiksa batin Siti, sampai dirinya menyebut lebih mati daripada berpisah dengan bayi Galuh.

"Walau ini anak darah daging kita, tapi tetap beda. Rasa kangen kita tuh sama anak sendiri sama Galuh tuh kangennya sama, tapi bener-bener setelah dia (Galuh) pergi dari saya bener-bener kayanya lebih baik kehilangan nyawa daripada kehilangan Galuh," kata Siti Mauliah.

Hingga beberapa hari berpisah dengan Galuh, Siti Mauliah sudah menangis seharian karena tak kuat menahan rindu.

"Tetap hati mah berat sama Galuh yah, walaupun kita udah ada anak biologis, kita tetep gak keobatin, dari kemarin sampai tadi nangis terus, sampai bapaknya 'udah mah yang ada aja kita urusin sekarang'," kata Siti Mauliah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved