Pembunuhan di Lubuklinggau

Pembunuh Frengki Saputra Mahasiswa di Lubuklinggau Terdeteksi di Cianjur, Minta Transfer Rp 50 Ribu

Pembunuh Frengki Saputra mahasiswa di Lubuklinggau terdeteksi ada di Cianjur Jawa Barat dan sempat minta transfer Rp 50 ribu untuk biaya pengobatan.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Pembunuh Frengki Saputra mahasiswa di Lubuklinggau terdeteksi ada di Cianjur Jawa Barat. Sementara itu PMII Cabang Lubuklinggau saat melakukan audiensi dengan pihak Polres Lubuklinggau untuk mengetahui perkembangan kasus pembunuhan Frengki Saputra, Kamis (14/9/2023). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Pembunuh Frengki Saputra mahasiswa di Lubuklinggau terdeteksi ada di Cianjur Jawa Barat.

Terduga pembunuh Frengki Saputra yang berinisial D ini sempat menghubungi temannya minta transfer Rp 50 ribu dengan alasan untuk biaya pengobatan.

Hal ini diungkap oleh Waka Polres Lubuklinggau Asef Supriadi saat menerima audiensi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lubuklinggau, Kamis (14/9/2023) siang.

"Jadi terduga pelaku sempat menghubungi temannya mengaku ribut dengan temannya (di Lubuklinggau) dia luka tangan butuh biaya untuk pengobatan akhirnya oleh temannya ditransfer Rp.50 ribu pakai OVVO," ungkapnya.

Baca juga: Sosok dan Harta Kekayaan Ratu Dewa Pj Walikota Palembang Segera Dilantik, Anak Guru dan Petani

Asef mengungkapkan perjalanan kasusnya bermula dari laporan Kurniati menemukan jenazah korban, kemudian Tim Macan Polres Lubuklinggau langsung melakukan penyidikan terkait kasus ini.

"Indikasi terduga pelaku saat ini sudah berada di luar Kota Lubuklinggau, sekarang pergerakan terduga pelaku kerap berpindah-pindah, deteksi terakhir terduga pelaku sudah mengetahui," ujarnya.

Asef mengaku berkomitmen menyelesaikan kasus ini karena kasus ini merupakan kasus menonjol dan atensi dari Mabes Polri yang harus diselesaikan.

"Setiap LP yang masuk menjadi atensi dan harus diselesaikan, kalau belum tuntas kita terus dikejar-kejar," ungkapnya.

Sementara KBO Reskrim, Iptu Bambang Siswoyo menyampaikan awalnya mendapat petunjuk dari barang bukti yang diamankan, pelakunya mengarah ke D dan anggota dibagi menjadi tiga yakni pedalaman saksi, pendalaman melalui IT dan akhirnya mendapat petunjuk melalui ETLE.

"Pelaku tindak pidana pembunuhan ini sudah mengerucut ke D dan sudah berada di luar kota, kemudian kita melakukan pendalaman jejak digital, pelaku sudah mengarah keluar dari kota Palembang," ujarnya.

Kemudian Tim melakukan pengejaran ke tempat asal pelaku di daerah Jawa Barat, dan beberapa tempat di pulau Jawa lainnya.

"Salah satu temannya pernah dihubungi kirim foto, setelah komunikasi itu nomornya tidak aktif lagi, semua keterangan saksi menguatkan kemudian langsung melakukan pendalaman," ungkapnya.

Bambang pun mengungkapkan meski saat ini handphone korban tidak aktif, suatu saat pasti pelaku D ini mengaktifkan handphone menghubungi keluarganya dan teman-temannya.

"Karena tidak mungkin tidak menghubungi keluarganya, jadi jejak digitalnya akan keluar sendiri, sampai saat ini belum diketahui keberadaannya," ujarnya.

Sementara, Ketua PMII Cabang Lubuklinggau Zainul Haq menyampaikan bila kedatangan mereka ke Polres Lubuklinggau sebagai upaya bentuk tanggung jawab moral sesama kader PMII.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved