Heboh Bayi Tertukar di Bogor

Kabar Terkini Bayi Tertukar Sang Nenek Mulai Menerima, Dian Khawatirkan Kesehatan Anak Kandung

Kabar terkini bayi tertukar di Bogor yang tengah menjalani bonding dengan orangtua kandung masing-masing.Terbaru nenek atau ibu dari Dian Prihatini

Editor: Moch Krisna
Kolase TikTok
Bayi tertukar di Bogor rupanya sempat tak bisa diterima begitu saja oleh sang nenek. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kabar terkini bayi tertukar di Bogor yang tengah menjalani bonding dengan orangtua kandung masing-masing.

Terbaru nenek atau ibu dari Dian Prihatini (33) sempat menolak sang cucu lantaran yakin tak tertukar.

Akhirnya sudah menerima dan mulai sayang kepada baby G anak kandung dari Dian.

Hal ini terlihat dari momen kedekatan baby G dengan sang nenek pun dibagikan di akun TikTok keluarga Dian.

Keluarga Dian yang bernama Dina itu kini rutin memposting keseharian baby G di rumah ibu kandungnya.

Diketahui masing-masing bayi tertukar saat ini sudah mulai menginap di rumah orangtua kandungnya.

Baby G pun tampak tidak rewel saat tinggal di rumah Dian dan Hartono.

Sang bayi bahkan sudah diajak untuk cek kesehatan ke dokter oleh Dian.

Melansir dari Tribunnewsbogor.com, Selasa (12/9/2023) Dian dan keluarga memposting video baby G sedang main di dalam rumah.

Pada video itu, bayi yang satu tahun belakangan dirawat oleh Siti Mauliah itu terlihat mengenakan baju dan celemek.

Ia duduk di atas kasur lantai sambil memegang mainan berbentuk ikan.

Di belakangnya tampak ada sebuah tv yang menyala.

Rupanya hari ini baby G tidak diajak main di luar.

Bayi berusia satu tahun itu sengaja diajak bermain di dalam rumah karena cuaca panas.

"Mau keluar panas nya cetar.kita main didalam aja ya mas," tulis akun tersebut.

Rupanya di postingan itu ada yang menanyakan soal sang nenek yang sempat tidak menerima baby G.

Sosok itu pun penasaran apakah sang nenek sudah mau menerima cucunya itu atau belum.

"kak gimnaa nenekx udh bisa nerima dedek galuh pgen dong lyt nenekx gendong dedek galuh," tulis akun Sismita.

Pertanyaan itu pun dibalas oleh keluarga Dian dengan memposting foto baby G dengan sang nenek.

Tampak pada foto itu, baby G yang mengenakan baju cokelat sedang duduk di dalam mobil.

Ia duduk di pangkuan seorang wanita tua yang mengenakan hijab warna biru.

Rupanya wanita itu adalah ibu dari Dian Prihatini, alias nenek baby G.

Baby G pun tampak nyaman duduk di pangkuan sang nenek.

Begitu juga dengan sang nenek yang terlihat menyayangi cucunya.

"Alhamdulillah, nama nya ama cucu kandung pasti nerima kak.kmrn krn shock kok bisa ketukar padahal nenek nya yg nungguin dari lahir sampe 1 tahun," tulis keluarga Dian.

Bahkan foto itu pun membuat netizen lainnya salah fokus.

Sebab menurut netizen, wajah baby G dengan neneknya itu terlihat mirip.

"masyaallah mirip neneknya," kata Sismita.

"EMG mirip SM kluarga kandungnya mulai dr wrn kulitnya, mata nya hidungnya mirip kluarga ini smoga kedepannya lebi bahagia ya nak," kata akun Dewi Gweneth.

Rupanya momen itu diambil saat baby G check up ke dokter.

Dina menjelaskan kalau kunjungan Galuh ke dokter yakni untuk memeriksakan kesehatannya.

"chek up semua aja kak.soalnya batuk nya nggak sembuh2," kata Dian.

Fase Anak Saling Inap

Proses bonding (membangun ikatan) antara bayi tertukar terhadap orang tua biologis masing-masing antara Ibu Siti dan Ibu Dian sementara ini masih berlangsung.

Proses bonding ini merupakan transisi jelang penyerahan bayi kepada orang tua kandung masing-masing setelah bayi mereka sekitar 1 tahub tertukar.

Perkembangan progres bonding pun kini mulai perlahan terlihat sejak bonding pertama berupa pengenalan kebiasaan masing-masing.

"Kalau perkembangan ada progres (kemajuan)," kata Kuasa Hukum Ibu Siti, Rusdy Ridho saat dikonfirmasi, Senin (11/9/2023).

Setelah sebelumnya diawali percobaan saling gendong anak kandung masing-masing, kini telah maju ke tahap lebih lanjut.

Yakni bayi yang tertukar masuk ke tahap bonding saling menginap di rumah orang tua kandung masing-masing.

"Sudah mulai saling inap," kata Rusdy Ridho.

Bonding bayi tertukar ini sendiri, kata dia, masih terus dipantau oleh Dinas Sosial Kabupaten Bogor yang nanti akan dinilai lebih lanjut progresnya.

Diberitakan sebelumnya, proses bonding anak tertukar di Bogor ini dilakukan secara perlahan.

Sebelumnya bonding awal bayi tertukar pada 4 September 2023 belum sepenuhnya kedua bayi mau digendong oleh orang tua kandung masing-masing.

"Karena bertahap ya, jadi kita harus pelan-pelan nih," kata Ibu Dian kepada wartawan.

Setelah sepekan kemudian mulai terlihat ada kemajuan dan mulai pada tahap percobaan saling inap.

Proses bonding sebagai transisi jelang pengembalian bayi tertukar ini dilakukan bertahap sampai pengembalian anak nanti digelar rencananya pada 29 September 2023 mendatang.

"Mudah-mudahan nanti kedepannya tetap baik. Secepatnya lah anak-anak biar cepet bonding ya ke orang tuanya masing-masing dan juga nanti masa-masa penukaran bisa dilakukan," tambah Ibu Siti.

(*)

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved