Heboh Bayi Tertukar di Bogor

Update Terbaru Bayi Tertukar di Bogor, Nyonya D Pertimbangkan Laporkan RS Sentosa Dinilai Lalai

Kabar terbaru dari kasus bayi tertukar di Bogor, Nyonya D ibu dari salah atu bayi pertimbangkan laporkan rumah sakit.Laporan Nyonya D terhadap rumah

Editor: Moch Krisna
tribunbogor/kolase
Potret Nyonya D Bayi Diduga Tertuka Dengan Siti Mauliah di RS Sentosa, Jalani Tes DNA di Puslabfor Polri, Senin (21/8/2023) 

"Itu yang disampaikan ibu Siti bahwa ada nama double, nama yang sama untuk bayi, atas nama ibu D," pungkas Gregg Djako.

Kepada pihak rumah sakit dan kepolisian, tujuh perawat tersebut mengakui kelalaiannya.

"Ini sudah kami dalami ke perawat dan perawat mengakui ada kekeliruan dia di situ, dia tidak melakukan pengecekan lebih jauh, kami sudah sampaikan dan perawat itu mengaku bahwa ada kekeliruan," ungkap Gregg Djako.

Karenanya, pihak rumah sakit pun segera mengambil tindakan.

Yakni dengan menonaktifkan belasan perawat yang terlibat langsung maupun tidak dalam kasus bayi tertukar.

"Rumah sakit telah memberikan SP kepada semua perawat yang terlibat di dalam proses ini, semuanya kami berikan SP dan untuk sementara dinonaktifkan, totalnya ada 13-14 perawat," imbuh Gregg Djako.

Siti Mauliah Pasrah

Siti Mauliah Pasrah Jika Anak Nyonya D Terbukti Bukan Anak Kandungnya

Lebih jauh, Siti Mauliah mengaku pasrah apabila terbukti bayi yang dirawat Nyonya D juga bukan darah dagingnya.

"Walaupun ternyata itu(bayi) bukan juga anak kandung saya, saya harus tetap menerima apapun hasilnya nanti, nanti pihak kepolisian aja yang melanjutkan masalah ini," ungkap Siti Mauliah, dilansir dari kanal Youtube TvOneNews, Selasa (22/8/2023).

"Rencananya ke depan seperti apa saya gak tau, saya serahin ke polisi aja," sambungnya.

Sementara itu Siti Mauliah juga mengaku belum bertemu secara langsung dengan Nyonya D saat melakukan tes DNA.

"Tidak saya duluan yang tiba, setelah itu dipisah ruangan dan diambil sampel," kata Siti.

Hal ini dikarenakan dari pihak Nyonya D tidak ingin tersorot kamera.

Ditambah lagi, ia tidak ingin kedepannya akan meninggalkan jejak digital terkait polemik bayi tertukar tersebut.

"Jadi dari pihak ibu, ayah dan anak juga tidak mau ke depannya kalau ada media kan meninggalkan jejak digital ya, mungkin itu yang membuat klien kami gak mau muncul di media," kata Kuasa hukum Nyonya D, Michael Sigalingging kepada wartawan.

Terlebih, secara psikologis dan mental nyonya D enggan terekam kamera media.

"Secara psikologis dan mental sih, karena ini kan permasalahannya dugaan tertukarnya ini kan bukan barang, ini kan anak, itu yang harus kita cermati sama-sama." tandasnya.

(*)

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved