Arti Kata Bahasa Arab

Arti Ila Hadroti Wali Ikhwanihi Minal Anbiyai Wal Mursalina Wal Auliyaai Was Suhada', Lafadz Tahlil

Tujuan kedua mendoakan para nabi, para rosul, para waliyullah, para syuhada’, dan orang-orang yang dekat serta orang-orang yang dicintai Allah SWT.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
Arti Ila Hadroti Wali Ikhwanihi Minal Anbiyai Wal Mursalina Wal Auliyaai Was Suhada', Lafadz Tahlil 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Arti Ila Hadroti Wali Ikhwanihi Minal Anbiyai Wal Mursalina Wal Auliyaai Was Suhada' lafadz pengantar tahlil.  Maknanya bagi yang membaca dan yang telah meninggal dunia. 

Kalimat ila hadroti, memiliki tawasul atau washilah dan mengandung unsur doa lewat kegiatan tahlilan sebagai salah satu budaya yang memasyarakat di Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim.

Tujuannya pertama, mendoakan Nabi SAW, keluarga, dan para sahabat beliau. 

Kedua, mendoakan para nabi, para rosul, para waliyullah, para syuhada’, dan orang-orang yang dekat serta orang-orang yang dicintai Allah SWT.

Ketiga, mendoakan semua kaum muslimin, terutama lebih dikhususkan pada ahli kubur keluarga.

Berikut bacaan pengantar tahlil selengkapnya:


اِلٰى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفٰى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَاَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ، لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Artinya:

"(Ditujukan) kepada hakekat keagungan [1] nabi yang terpilih, yaitu Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat-sahabat, istri-istri, dan keturunan beliau, kepada semuanya Al-Fatihah 

 

ثُمَّ اِلٰى حَضْرَاتِ جَمِيْعِ اِخْوَانِهِ مِنَ الْاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، خُصُوْصًا اِلٰى الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلَانِيِّ، لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Artinya:
Kemudian, [ditujukan] kepada hakekat keagungan semua saudara-saudara beliau, baik para nabi, para rosul, para wali [2], para syuhada' [3], orang-orang yang sholeh, para sabahat, para tabi'in [4], para ulama' yang mengamalkan ilmunya, para mushonnif yang ikhlas [5], semua pejuang di jalan Allah, dan semua Malaikat Muqorrobin [6], khusus kepada Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, kepada mereka semua Al-Fatihah .....

 

ثُمَّ اِلٰى جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ اِلٰى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا اِلٰى اَبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَاَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَاَسَاتِذَتِنَا وَاَسَاتِذَةِ اَسَاتِذَتِنَا (خُصُوْصًا اِلٰى رُوْحِ .....) وَنَخُصُّ خُصُوْصًا مَنِ اجْتَمَعْنَا هٰهُنَا بِسَبَبِهِ وَلِاَجْلِهِ، لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved