Berita Palembang

287 Senjata Tradisional Dipamerkan di Museum Balaputera Dewa Palembang, Ada Jimat dari Papua

287 Senjata Tradisional Dipamerkan di Museum Balaputera Dewa Palembang, Ada Jimat dari Papua

Tayang:
TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA TRISNAWATI
Kasubag UPTD Museum Loka Budaya Soleman Soindemi memperlihatkan senja tradisional dari Papua di Pameran Nasional Senjata Tradisional Nusantara Tahun 2023 di Museum Negeri Sumsel Jalan Srijaya atau Museum Balaputera Dewa Palembang, Selasa (25/7/2023) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sebanyak 287 senjata tradisional dari 25 museum yang ada di Indonesia dipamerkan di Museum Negeri Sumatera Selatan (Sumsel) atau yang dikenal Museum Balaputra Dewa Kota Palembang.

Ratusan senjata tradisional Indonesia tersebut dihadirkan dalam Pameran Nasional Senjata Tradisional Nusantara Tahun 2023.

Adapun, museum yang berpartisipasi dalam kegiatan ini seperti dari Museum Loka Budaya dan Museum Negeri Papua.

Kedua museum tersebut sama-sama dari Papua. 

"Kami membawa anak panah beserta busurnya, pemukul, tombak, perisai hingga magis atau jimat," kata Kasubag UPTD Museum Loka Budaya Soleman Soindemi saat diwawancarai di Pameran Nasional Senjata Tradisional Nusantara Tahun 2023 di Museum Negeri Sumsel Jalan Srijaya, Selasa (25/7/2023).

Baca juga: Jalani Sidang, Lina Mukherjee Nangis Ketakutan Didemo Emak-emak: Jangan Demo Lagi, Aku Ngaku Salah

Menurutnya, senjata tradisional seperti busur, panah dan tombak merupakan alat kekuatan pertama sebelum adanya parang, pisau, kapak dan lain-lain.

Selain itu di Papua juga ada yang namanya magis atau jimat.

"Jimat ini dibuat berbentuk ikan, sepanjang 60 cm dan lebar 10 cm. Benda tersebut mempunyai kekuatan magis yang biasanya digunakan untuk membunuh musuh, tanpa kita yang harus bertemu secara langsung melainkan musuh yang datang ke kita," ungkapnya

Soleman menjelaskan, selain untuk membunuh musuh, jimat tersebut juga bisa untuk menyuburkan tanaman.

Usianya berumur 100 tahun lebih dan dikoleksi pada tahun 1973. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal mengatakan, kegiatan pameran ini merupakan kesepakatan para kepala museum untuk mengadakan setiap tahun

Tahun 2023 Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah. 

"Peserta pameran dikuti 25 museum ditambah dari Kodam II Sriwijaya, 20 komunitas dan ada juga UMKM yang berpartisipasi. Pameran ini diadakan dari tanggal 25 Juli sampai 26 Agustus mendatang, dengan tema Dinamika Senjata, Kearifan Lokal sebagai Perisai Jati Diri Bangsa," katanya 

Berbagai kegiatan diadakan di Pameran Nasional Senjata Tradisional Nusantara seperti ada workshop pempek, lomba sang juara, seminar sejarah, workshop pindang, seminar margo, lomba menyanyi lagu Nusantara, lomba mewarnai, tari kreasi, fashion show dan lain-lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved