Berita Palembang

APPSI Sumsel Dampingi Korban Aldiron Plaza Cinde, Calon Pemilik Kios Rugi Rp 8,4 Miliar

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sumsel siap mendampingi calon pemilik kios Plaza Aldiron Cinde, mereka rugi Rp 8,4 miliar.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sumsel siap mendampingi calon pemilik kios Aldiron Plaza Cinde, mereka rugi Rp 8,4 miliar, Selasa (30/5/2023). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) wilayah Sumsel siap mendampingi calon pemilik kios Plaza Aldiron Cinde yang mangkrak dalam upaya hukum dan mengadu ke pemerintah.

Mereka calon pemilik kios menderita kerugian hingga Rp 8,4 miliar akibat proyek pembangunan pasar yang mangkrak enam tahun sejak 2017. 

Hal ini disampaikan Irwansyah Masri selaku Sekretaris APPSI wilayah Sumsel usai menerima pengaduan dari para calon pemilik kios.

Menurut Irwansyah, ada dua jalan yang akan ditempuh oleh APPSI untuk memberikan pendampingan kepada calon pemilik kios Plaza Aldiron Cinde.

"Hal ini tentu ada dua jalan dari sisi lain kami mencoba bersurat ke pemegang kebijakan. Bisa saja nanti lewat legislatif seperti DPRD, DPR RI juga eksekutif (Pemprov), hingga ke tingkat pusat, " kata Irwansyah, Selasa (30/5/2023).

Baca juga: Jadwal Festival Sriwijaya 2023, Digelar Juni di BKB Palembang, Catat Tanggalnya

Selain ke pemerintah, mereka tetap memberikan petunjuk dan advokasi dan menyatakan siap ingin membantu.

"Kami memberikan dan pendampingan pencerahan kepada rekan-rekan pedagang baik dari sisi hukum serta politisnya. Kita tetap memberikan petunjuk dan advokasi menyatakan kita ingin membantu. Untuk pertemuan pertama ini kami baru sharing saja dengan mereka, " ungkapnya.

Ketidakadilan yang dirasakan calon pemilik kios Plaza Aldiron akan menempuh jalur hukum jika memang dibutuhkan.

"Ketidakadilan ini harus diselesaikan jalur hukum. Nanti akan dikaji dulu apakah bisa hukum pidana atau hukum perdata, " ujarnya.

Proyek revitalisasi pembangunan Pasar Cinde hingga saat ini belum selesai bahkan terbengkalai, Kamis (10/3/2022).
Proyek revitalisasi pembangunan Pasar Cinde menjadi Aldiron Plaza Cinde hingga saat ini belum selesai bahkan terbengkalai. Foto diambil 2022 lalu. (TRIBUN SUMSEL/SRI HIDAYATUN)

Diberitakan sebelumnya, calon pemilik kios dan pengusaha kecil yang menyetor uang ke PT Magna Beatum atau pihak pengembang Aldiron Cinde, Palembang menuntut hak dan kepastian bangunan Aldiron Plaza jadi dibangun atau tidak.

Sebanyak 30 orang ini menuntut pembangunan Aldiron Plaza yang rencana dibangun tahun 2017 lalu itu diberi kejelasan kapan plaza bisa dibangun. Padahal, mereka sudah menanti selama 6 tahun.

Mereka diberikan janji oleh pihak pengembang bahwa bangunan akan selesai di tahun 2019 namun nyatanya sampai tahun 2023 belum ada kejelasan, bahkan pihak pengembang sudah tidak ada di Palembang.

Para calon pemilik kios Aldiron plaza ini berharap kepasa Gubernur Sumsel untuk memfasilitasi dan membantu mereka bertemu dengan pihak pengembang.

Mareta, warga Bukit Besar yang merupakan salah satu calon pemilik kios di plaza Aldiron mengatakan, total uang yang disetorkan kepada PT Magna Beatum mencapai Rp 8,4 miliar dari 36 kios.

"Pembelian kios di cinde dari 2017 janjinya dapat tahun 2019 sampai sekarang pengembang belum ada kejelasan dari PT Magna Beatum. Sebagian dari kami ada yang sudah setor DP 30 persen bahkan ada yang sudah lunas, harga satu petak kios itu ratusan juta mulai dari Rp 249 juta tergantung ukuran," ujar Mareta.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Silakan gabung di Grup WA TribunSumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved