Berita Banyuasin

Kades Perambahan Baru Banyuasin Didatangi Pria Diduga Preman, Forum Kades Minta Polisi Proses Hukum

Tersebar video Kades Perambahan Baru Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin Muhammad Basri didatangi seorang pria diduga preman.

Tayang:
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Tersebar video Kades Perambahan Baru Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin Muhammad Basri didatangi seorang pria diduga preman. Atas tindakan tersebut Forum Kades Banyuasin meminta agar polisi mengusut tuntas. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Tersebar video Kades Perambahan Baru Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin Muhammad Basri didatangi seorang pria diduga preman.

Pria ini, mendatangi rumah Kades Muhammad Basri dan mengeluarkan kata-kata tak pantas serta menghina profesi kades.

Kejadian itu, terjadi pada Sabtu (6/5/2023) saat Kades Perambahan Baru Muhammad Basri berada di rumah.

Ketika ditemui, Kades Perambahan Baru mengungkapkan, bila ini untuk kali keduanya ia di datangi preman yang mengaku pemilik lahan transmigrasi di Desa Perambahan Baru.

"Tahun 2020 lalu, puluhan preman mendatangi ke rumah kami dan melakukan pengerusakan rumah dan menjarah barang-barang. Sabtu kemarin, datang lagi beberapa orang tetapi yang turun hanya satu orang. Dia datang mengancam dan mengeluarkan kata-kata tak pantas serta menghina profesi Kades," katanya, Senin (8/5/2023).

Menurut Muhammad Basri, lahan Desa Perambahan Baru yang disengketakan seluas 300 hektare.
Padahal, sudah jelas bila lahan seluas 300 hektare ini merupakan lahan transmigrasi untuk warga masyarakat.

Baca juga: Alasan Kakek 2 Cucu Nekat Jambret di Palembang, Nyaris Diamuk Warga, Masa Lalunya Terungkap

Kasus sengketa lahan ini, sudah dibawa hingga ke ranah pusat akan tetapi tidak kunjung selesai.
Ujungnya, terus berlanjut dan kembali terjadi tanpa ada penyelesaian hukum.

"Pernah kami laporkan, tetapi hanya satu orang yang ditangkap. Itupun, hanya diputus sembilan bulan penjara. Walaupun ada putusan penjara, ternyata orang itu tidak dipenjara dan bebas keliaran serta masih mengintimidasi sampai sekarang," ungkapnya.

Adanya kejadian ini, Muhammad Basri meminta agar aparat penegak hukum dan juga pemerintah Kabupaten bahkan pusat ikut turun tangan. Karena, ini demi kepentingan masyarakat banyak yang lahan untuk masyarakat mencari kehidupan sudah disengketakan hingga diintimidasi dan tak dapat mencari penghidupan keluarga.

"Karena hal seperti ini, banyak warga kami yang memutuskan pindah dan mencari kehidupan di luar Desa Perambahan Baru. Mereka tidak tahan, selalu diintimidasi. Padahal, lahan ini diberikan pemerintah untuk masyarakat transmigrasi agar bisa mencari penghidupan," katanya.

Minta Ditindaklanjuti Polisi

Adanya penghinaan yang dilakukan seseorang yang diketahui berinisial AM terhadap Kades Perambahan Baru Muhammad Basri, membuat Forum Kades Banyuasin meradang.

Kades-kades mendatangi langsung rumah Kades Perambahan Baru Muhammad Basri untuk memberikan dukungan kepadanya.

Hal ini, sebagai bentuk dukungan dan ikut mengawal proses hukum yang akan ditempuh.

Ketua Forum Kades Banyuasin Ambo Tuo mengungkapkan, sebagai sesama kades yang ada di Kabupaten Banyuasin merasa terpanggil dengan permasalahan yang menimpa Kades Perambahan Baru Muhammad Basri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved