seputar islam
Arti Hari Nahr di Bulan Dzulhijah Adalah, Nama Lain dari Idul Adha, Keistimewaan dan Keutamaannya
Yang dimaksud dengan hari Nahr yakni Hari Idul Adha atau Hari Idul Qurban yang bertepatan pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
TRIBUNSUMSEL.COM --- Arti Hari Nahr di Bulan Dzulhijah Adalah, Nama Lain dari Idul Adha, Keistimewaan dan Keutamaannya.
Ada banyak istilah hari di bulan Dzulhijah. Selain Hari Tarwiyah, Hari Arafah dan Hari Tasyrik, ada juga sebutan Hari Nahr.
Lalu apa yang dimaksud dengan hari Nahr? Kapan Hari Nahr itu tiba?
Hari Nahr berasal dari kata An-Nahr yang berarti Penyembelihan. Hari Nahr berarti hari penyembelihan.
Sedangkan penyembelihan yang dimaksud yakni pada 10 Dzulhijjah atau lebih dikenal dengan hari Idul Adha.
Dengan kata lain Hari Nahr adalah nama lain dari sebutan hari raya idul adha.
Sebab 10 Dzulhijjah merupakan permulaah syariat penyembelihan binatang qurban.
Dari Abdullah bin Qurath radhiyallâhu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Hari yang paling agung di sisi Allah yakni hari An-Nahr lalu hari Al-Qarr.” [HR. Ahmad no.4/350, Abu Dawud no.1765, dll. serta dishahihkan oleh Al-Albâny dalam lrwaa’ul Ghaliil no. 1958].
Yang dimaksud An-Nahr dalam hadits tersebut di atas yakni penyembelihan. Dan Hari Al-Qarr artinya hari menetap karena, pada 11 Dzulhijjah, orang-orang yang mengerjakan ibadah haji bermalam dan menetap di Mina.
Sehingga dengan demikian, bahwa yang dimaksud dengan hari Nahr yakni Hari Idul Adha atau Hari Idul Qurban yang bertepatan pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah.
Hari Nahr menyediakan begitu banyak keutamaan serta ibadah yang afdhal di dalamnya. Dan sebagian ulama berpendapat bahwa hari itu yakni hari yang paling afdhal dalam setahun secara mutlak termasuk juga (lebih afdhal daripada) hari Arafah. [Asy-Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah].
Hadits di atas menawarkan bahwa hari Nahr merupakan hari yang paling agung di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan disebutkan bahwa hari Nahr melebihi keutamaan hari Idul Fitri, alasannya pada hari Nahr terdapat pelaksanaan shalat, penyembelihan, keutamaan dalam sepuluh hari Dzulhijjah, serta keutaman kawasan dan waktu yang agung bagi orang-orang yang melakukan ibadah haji.
Keutamaan dan amalan yang bisa dilakukan di hari Nasr
1. Ber-Takbir
Bertakbir yang dimaksud di sini yakni boleh dengan lafadz yang sama saat bertakbir pada hari raya Idul Fitri, sebagai berikut :
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha Illallahu Allahu Akbar. Allahu Akbar walillah ilhamd”
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“…supaya mereka berdzikir (menyebut) nama Allah pada hari yang telah ditentukan…” [QS. Al-Hajj: 28]
2. Memperbanyak amal shaleh.
Pada hari Nahr (10 Dzulhijjah) sangat dianjurkannya untuk memperbanyak amal sunnah menyerupai shalat sunnah, membaca Al Qur’an, sedekah, dan amalan amalan lainnya sesuai syariat agama.
Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tidak ada hari dimana suatu amal shaleh lebih dicintai Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.).” Para sobat bertanya: “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah?”, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya habis, pen).” [HR. Al Bukhari, Ahmad, dan At Turmudzi].
3. Melaksanakan Shalat ‘Idul Adha
Dari Ummu ‘Athiyyah radhiyallahu ‘anha berkata :
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk mengeluarkan mereka pada hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha, yaitu para gadis, wanita-wanita yang sedang haidh, dan para perempuan pingitan. Adapun para perempuan haidh maka dia harus menjauhi shalat. Hendaknya mereka semua menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin. Maka saya (Ummu ‘Athiyyah) berkata : ‘Wahai Rasulullah, ada di antara kami tidak mempunyai jilbab?’, maka dia (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ) menjawab : ‘Hendaknya saudarinya meminjamkan jilbab kepadanya’.” [Muttafaqun ‘alaihi].
Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para perempuan untuk keluar, hingga perempuan yang sedang haidh pun dia perintah untuk turut serta juga, bahkan yang tidak punya jilbab dia perintah untuk dipinjami biar ia sanggup turut serta dalam shalat Idul Adha, kecuali alasannya untuk perintah yang bersifat fardhu ‘ain.
Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata :
“Perintah tersebut menawarkan kewajiban. Jika keluar (menuju mushalla ‘Id) yakni wajib, maka tentu shalat lebih wajib lagi, sebagaimana itu sudah sangat jelas”.
4. Menyembelih Hewan Qurban
Menyembelih binatang qurban yakni suatu ibadah yang mulia dan merupakan salah satu bentuk pendekatan diri seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahkan dalam sebuah ayat Al-Qur’an, ibadah qurban digandengkan dengan ibadah shalat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Maka dirikanlah shalat alasannya Tuhanmu; dan berqurbanlah.” [QS. Al Kautsar: 2].
Maka ketahuilah, yang hendak dicapai dari sebuah ibadah qurban yakni kesabaran, keikhlasan dan ketakwaan, bukanlah daging atau darah (qurban)nya.
Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman,
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak sanggup mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang sanggup mencapainya.” [QS. Al Hajj: 37].
Sehingga dengan demikian, maka sungguh sangat layak jikalau seseorang mukmin yang mempunyai kelapangan harta yang dititipkan Allah kepadanya, biar sanggup menyembelih binatang qurban dan tidak meninggalkannya. Sesab dengan berqurban akan lebih menenangkan hati dan melepaskan tanggungan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang memililiki kelapangan namun dia tidak berqurban, maka jangan mendekat ke masjid kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Al Albaniy].
Itulah arti Hari Nahr di Bulan Dzulhijah Adalah, Nama Lain dari Idul Adha, Keistimewaan dan Keutamaannya.
Baca juga: Arti Hari Tarwiyah dan Hari Arafah Saat Musim Haji, Tanggal Berapa? Berikut Sejarah Penamaannya
Baca juga: Arti Astaghfirullahal Adzim Min Kulli Zanbin Wa Atubu Ilaihi, Bacaan Istigfar Setelah Sholat Hajat
Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya untuk Memohon Ampunan
Baca juga: Niat Puasa Senin dan Kamis Lengkap Doa Berbuka Puasa, Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya
Baca juga: 33 Ucapan Selamat Wisuda atau Kelulusan Untuk Orang Terkasih, Simpel, Berkesan dan Penuh Doa
hari nahr adalah
hari nahr adalah idul adha
musim haji 2023
keutamaah hari nahr
keistimewaan hari raya idul adha
Tribunsumsel.com
Tribunnews.com
Amalan Idul Adha
amalan di hari nahr
Khutbah Jumat Rabiul Awal Bahasa Sunda Edisi 29 Agustus 2025, Menyentuh dan Penuh Makna |
![]() |
---|
Teks Khutbah Jumat Bahasa Jawa Maulid Nabi Muhammad SAW, Khidmat dan Menyentuh, Ada LINK PDF |
![]() |
---|
Doa dan Zikir Jumat Pagi, Lengkap Tulisan Arab, Latin Serta Terjemahannya |
![]() |
---|
Doa Nabi Ibrahim Setelah Membangun Ka'bah, Cocok Untuk Berangkat Haji dan Umroh, Arab Latin dan Arti |
![]() |
---|
Teks Khutbah Jumat Bahasa Sunda 29 Agustus 2025, Tema Maulid Nabi Muhammad |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.