Berita Empat Lawang

Dicari Berhari-Hari, Dua dari Tiga Warga Empat Lawang Hanyut di Sungai Ditemukan Tewas

Dua dari tiga warga Empat Lawang yang dilaporkan hanyut tenggelam di Sungai akhirnya ditemukan, Kamis (23/3/2023).

Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/SAHRI
Jenazah Wiwin warga Kabupaten Empat Lawang usai dievakuasi petugas. Dua dari tiga orang warga Empat lawang yang dilaporkan hanyut ditemukan tewas. 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Dua dari tiga warga Empat Lawang yang dilaporkan hanyut tenggelam di Sungai akhirnya ditemukan, Kamis (23/3/2023).

Dua orang yang ditemukan yakni Wiwin dan Pino sementara Pok alias Pontiana belum ditemukan.

Jasad Wiwin warga Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan yang terseret arus anak Sungai Lintang pada Minggu 19 Maret ditemukan pada Rabu 22 Maret malam di Sungai Musi tepatnya di Dusun Ketoya, Desa Mulyoharjo, Kecamatan BTS Ulu, Musi Rawas.

Jasad Wiwin ditemukan warga Dusun Ketoya mengambang di Sungai Musi dalam keadaan sudah rusak sebagian dan tidak dapat dikenali.

Akan tetapi setelah dilakukan pencocokan benar jika penemuan jasad tersebut merupakan korban hanyut atas nama Wiwin.

Adapun Wiwin saat ini telah dimakamkan di Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan oleh keluarganya Kamis 23 Maret 2023 sore.

Sementara itu di lokasi terpisah Pino anak 10 tahun yang hanyut terseret arus di tepian Sungai Musi Dusun Padang Jering, Desa Lubuk Gelanggang, Kecamatan Tebing Tinggi pada Selasa 21 Maret lalu jasadnya ditemukan dalam kondisi sudah membengkak.

Jasad bocah usia 10 tahun tersebut ditemukan di sekitaran Pulau Mas Sungai Musi Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi pada Rabu 22 Maret malam.

"Anak 10 tahun atas nama Pino yang hanyut di Sungai Musi Desa Lubuk Gelanggang ditemukan Kamis pagi di sekitaran Pulau Mas Tebing Tinggi," kata Kepala BPBD Empat Lawang, Sahrial Podril kepada wartawan.

Baca juga: Kekayaan Joncik Muhammad Bupati Empat Lawang, Bersiap Maju Lagi Pilkada 2024

Sementara untuk korban hanyut lainnya yakni Pok alias Pontiana dari pantauan dan laporan yang berhasil dihimpun wartawan hingga Kamis 23 Maret sore belum ada kabar ditemukan.

Pok alias Pontiana hanyut pada Minggu 19 Maret siang sekira pukul 11 saat mencoba menyeberangi Sungai Kelampaian di Desa Bandar Agung, Kecamatan Pendopo yang saat itu sedang meluap.

Usaha pencarian pun masih terus dilakukan oleh pihak keluarga dan petugas dengan menyisir Sungai Kelampaian, Sungai Deras hingga Sungai Musi

 

Baca Berita Lainnya di Grup Whatsapp Tribun Sumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved